Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Morowali Menjawab Tantangan Menteri Pertanian SYL Terkait Penyiapan Lahan Bagi Program Integrated Farming

Pemkab Morowali Menjawab Tantangan Menteri Pertanian SYL Terkait Penyiapan Lahan Bagi Program Integrated Farming

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beritamorut.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menjawab tantangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terkait penyiapan lahan bagi program integrated farming.

“Pemkab menurunkan alat berat dari APBD untuk pembersihan lahan yang diminta pak menteri,” kata Wakil Bupati Morowali Nadjamudin saat menemani Staf Khusus Mentan , Yesiah Ery Tamalagi, di Desa Kolono, Senin (15/11) siang.

Kadis Pertanian Morowali , Andi Imran menambahkan, ada dua lokasi yang disiapkan bagi program tersebut masing masing seluas 21 hektar. “Yang di Kolono ini milik kelompok tani Maju Bersama, nanti yang satu lagi di Desa Bahomoteve milik kelompok tani Mawar Coklat. Lokasi ini kami pilih sesuai apa yang disyaratkqn saat pak bupati diterima pak menteri awal Oktober lalu,” jelas Andi Irman.

Integrated farming sendiri merupakan program khusus Kementrian Pertanian RI dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di kabupaten dan propinsi si tanah air.

Selain melihat langsung kesiapan Kabupaten Morowali terhadap program Integrated Farming, Stqf Khusus Mentan RI Yesiah Ery Tamalqgi juga melihat progres program bantuan ternak sapi di daerah Topogaro.

Sampai Senin siang sejumlah sapi bantuan kloter pertama sudah diterima kelompok ternak di Topogaro. “Untuk bahan baku pakan ternak kita sudah sekali panen dilahan yang disiapkan pemkab,” jelas Andi Irman.**

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less