oleh

Rekanan Cium Aroma Tidak Sedap, Dalam Proses Lelang di UKPBJ Morut

Rekanan Cium Aroma Tidak Sedap, Dalam Proses Lelang di UKPBJ Morut

BERITAMORUT.COM- Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Morowali Utara (Morut) dinilai sengaja menunda pembuktian kualifikasi sejumlah paket pekerjaan di dinas pendidikan Kabupaten Morowali Utara.

“Semakin parah UKPBJ MORUT pokja 3 menunda nunda pembuktian kualifikasi dengan alasan yang tidak jelas. Klarifikasi teknis dan harga sudah dilakukan seharusnya dua hari kemudian dilakukan pembuktian, tetapi yang terjadi dilakukan terus penundaan dengan alasan yang tidak jelas. Kemudian dalam dokumen lelang ada pembuktian secara virtual atau video virtual langsung kami ajukan, tetapi pokja 3 tidak mau memenuhi unsur itu dengan alasan bukan pandemi,” ujar seorang rekanan yang tengah mengikuti proses lelang

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Morowali Utara Ridho yang dikonfirmasi media ini lewat pesan whatshap mengatakan jika jadwal paket hampir bersamaan dibandingkan dengan banyak pihak penawar,

“Menunda atau memperpanjang Waktu Evaluasi biasa di Perlukan karena Banyaknya penawar yang perlu di Evaluasi Pak, Ini juga di sebabkan Karena jadwal semua paket hampir bersamaan di bandingkan dengan banyak pihak yang menawar dan harus di evaluasi satu per satu olehnya waktunya di tambah oleh Pokja,” tulis Kepala ULP (15/7)

Sementara salah satu panitia kelompok kerja (Pokja) 3 Guntur mengatakan jika perpanjangan waktu karena ada hal dokumen yang diragukan oleh panitia,

“Perpanjanga waktu karna ada hal dokumen yang di ragukn oleh panitia sehingga panitia melakukan klarifikasi lapangan,” tulis Guntur

Jawaban pokja ini menjadi tanda tanya bagi rekanan yang mengikuti proses lelang, pasalny klarifikasi tehnis dan harga sudah dilakukan, seharusnya kemudian setelah itu dilakukan pembuktian. Pembuktian dapat dilakukan dengan daring atau tatap muka.

Salah satu paket yang ditunda adalah Pengadaan pekerjaan konstruksi rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya SD Negeri Andolia dari Dana Alokasi Khusus (DAK).**(Foto: Tangkapan layar di situs LPSE Morut)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed