Sirine Ambulans Fauzan Mamala Menggema di Jalur Kemanusiaan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 7
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Di tengah sunyinya malam dan padatnya aktivitas siang hari, sirine ambulans milik Muh. Fauzan Ari Nugraha atau Fauzan Mamala terus menggema di jalanan Morowali Utara (Morut). Bukan sekadar bunyi tanda darurat, sirine itu menjadi penanda hadirnya kepedulian bagi warga yang membutuhkan.
Pada Jumat, 8 Mei, ambulans tersebut membantu mengantar jenazah dari Kelurahan Bahontula menuju Desa Ensa. Sore harinya, tim kembali bergerak menjemput pasien dari RSUD Kolonodale untuk diantar pulang ke dalam kota. Tak berhenti di situ, Sabtu pagi, 9 Mei 2026, ambulans kembali melayani kepulangan pasien dari RSUD Kolonodale. Malamnya, tim kembali bertugas mengantar jenazah dalam kota.
Gerakan tim ambulans Fauzan Mamala dikenal cepat dan responsif. Para sopirnya adalah anak-anak muda yang menjadi bagian dari kegiatan sosial Fauzan Mamala. Mereka siap bergerak kapan saja, tanpa banyak tanya.
Salah satunya adalah Angko (24). Kepada media ini, ia bercerita bahwa ambulans tersebut hampir tak pernah berhenti beroperasi.
“Ambulans ini jalan terus, Pak,” ujarnya.
Ia mengisahkan, tak jarang harus meninggalkan waktu santainya ketika panggilan datang. Seperti malam itu, saat sedang berbelanja, ia menerima telepon kabar duka.
“Saya tadi lagi belanja, Pak. Ditelepon langsung berangkat ambil ambulans dan ke Puskesmas Kolonodale,” tuturnya.
Bagi Angko dan rekan-rekannya, tugas kemanusiaan adalah prioritas. Mereka bahkan tak pernah bertanya atau mencatat nama-nama warga yang dibantu. Bagi mereka, membantu adalah panggilan hati.
Angko juga mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari tim tersebut. Ia menilai Fauzan Mamala sebagai sosok yang rendah hati dan peduli.
“Kalau gaji Alhamdulillah sudah cukup, Pak. Fauzan Mamala baik, rendah hati, sama kami pun sopan dan suka membantu sesama. Saya senang bisa bantu sesama yang membutuhkan,” ucapnya.
Di Morowali Utara, sirine ambulans itu bukan hanya suara di jalanan. Ia adalah simbol kepedulian yang terus bergerak, menembus waktu dan jarak, demi kemanusiaan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut






































Saat ini belum ada komentar