Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelajar Asal Korompeli Tak Sengaja Tertembak Senapan Angin di Mata

Pelajar Asal Korompeli Tak Sengaja Tertembak Senapan Angin di Mata

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 58 menit yang lalu
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA – Peristiwa seorang pelajar asal Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, yang tidak sengaja terkena tembakan senapan angin di bagian mata menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak saat beraktivitas, khususnya ketika berhadapan dengan benda yang dapat membahayakan keselamatan.

Pelajar berinisial L, siswi kelas III SMK yang tinggal di Desa Korompeli, Kecamatan Lembo, mengalami insiden saat bermain bersama rekannya. Senapan angin yang digunakan dalam permainan sempat dianggap tidak memiliki peluru. Namun, senjata tersebut ternyata masih dapat melontarkan proyektil hingga mengenai mata korban.

L saat ini telah dua hari menjalani perawatan di RSUD Kolonodale, ruang anak lantai II. Menurut keterangan keluarga, kondisi korban mengalami demam dan proyektil yang mengenai matanya disebut masih berada di dalam bagian mata.

Peristiwa ini tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga menjadi peringatan serius tentang bahaya menjadikan senjata atau benda berbahaya sebagai alat permainan.

Senapan angin, meskipun kerap dianggap bukan senjata api, tetap dapat menyebabkan luka serius, terutama jika diarahkan ke bagian tubuh seperti mata, kepala, atau dada. Karena itu, anak-anak seharusnya tidak diberikan kebebasan menggunakan senapan angin tanpa pengawasan orang dewasa yang memahami aspek keselamatan.

Orang tua juga perlu memastikan senapan angin maupun benda berbahaya lainnya disimpan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau anak-anak. Anak perlu diberikan pemahaman sederhana bahwa senjata tidak boleh diarahkan kepada manusia maupun hewan, meskipun dianggap kosong atau tidak berisi peluru.

Kasus ini menjadi pelajaran bahwa anggapan “tidak ada peluru” bukan berarti sebuah senjata aman untuk dimainkan. Kesalahan kecil dalam memperlakukan benda berbahaya dapat berujung pada cedera serius dan bahkan mengancam penglihatan maupun keselamatan jiwa.

Di sisi lain, keluarga L juga menyampaikan adanya kendala terkait proses rujukan menggunakan BPJS Kesehatan. Keluarga mengaku sempat mendapat informasi bahwa kepesertaan BPJS korban hanya dapat digunakan untuk rujukan ke Palu, dan disarankan untuk mencari ambulans umum berbayar, sementara dokter menyarankan korban mendapat penanganan lebih lanjut di Makassar karena membutuhkan dokter ahli.

Keluarga kemudian melakukan pengecekan dan menyebut kepesertaan BPJS Kesehatan korban dalam kondisi aktif.

Setelah menyampaikan kondisi tersebut, keluarga mengatakan mendapat informasi bahwa korban dapat dirujuk ke Makassar.

“Itu suster sampaikan BPJS-nya tidak berlaku kalau wilayah Makassar, hanya untuk Palu. Sementara dokter yang merujuk harus ke Makassar karena ahli saraf di sana. Kami sudah cek tadi ke BPJS Kesehatannya aktif dan katanya bisa se-Indonesia. Tapi tadi katanya sudah bisa dirujuk ke Makassar setelah kami sampaikan,” ujar keluarga, sabtu (8/8/2026).

Redaksi juga telah menghubungi Kapolsek Lembo terkait informasi tersebut. Respons dilakukan dengan cepat dengan melakukan pengecekan ke Puskesmas Beteleme. Dari hasil pengecekan, memang terdapat pasien asal Desa Korompeli yang mengalami insiden tersebut dan telah dirujuk ke RSUD Kolonodale.

Sementara itu, pihak RSUD Kolonodale telah coba dikonfirmasi terkait informasi mengenai proses rujukan dan BPJS Kesehatan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan mengenai alasan informasi tersebut disampaikan kepada keluarga pasien.

Yang terpenting dari kejadian ini adalah keselamatan anak. Senjata, senapan angin, petasan, benda tajam, maupun benda lain yang berpotensi melukai tidak seharusnya dijadikan permainan.

Pengawasan orang tua dan edukasi sejak dini dapat mencegah kejadian serupa terulang.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less