Pedagang Ikan Pasar Kolonodale Keluhkan Proyek Pokir DPRD Morut Dinilai Tidak Sesuai Kebutuhan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 9
- print Cetak

Foto: Papan proyek pasar ikan Kolonodale (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOLONODALE — Sejumlah pedagang ikan di Pasar Kolonodale mengeluhkan proyek pembangunan yang tengah dikerjakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Morowali Utara. Mereka menilai pembangunan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang dan berpotensi mubazir.
Salah satu pedagang, Hendra, mengungkapkan bahwa pekerjaan proyek sudah berjalan dan saat ini telah membangun dua petak. Ia khawatir tanpa peninjauan ulang dari DPRD Morowali Utara, hasilnya akan sia-sia.
“Kami sudah protes pembangunannya, ini sudah berjalan dua petak. Sebelum mubazir, kasihan, alangkah bagusnya ditindaki. Pemerintah buang-buang uang membangun, kalau begitu terus tidak usah membangun, kasihan,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Proyek yang bersumber dari pokok pikiran (pokir) salah satu anggota DPRD Morut itu tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp 92.770.000, dengan pelaksana CV Putra Bintang Pratama. Anggaran berasal dari APBD tahun 2025.
Dari informasi yang dihimpun, pedagang menginginkan agar proyek yang dibangun benar-benar mengakomodasi kebutuhan lapangan, sehingga dapat digunakan secara optimal dan tidak menjadi pemborosan anggaran.
- Penulis: Redaksi Beritamorut









































Saat ini belum ada komentar