Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Indahnya Toleransi di Morowali Utara, Umat Kristen dan Umat Muslim Gotong Royong Bangun Gereja Katolik

Indahnya Toleransi di Morowali Utara, Umat Kristen dan Umat Muslim Gotong Royong Bangun Gereja Katolik

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 67
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama terlihat di Desa Korowou Kecamatan Lembo, Morowali Utara. Umat Protestan dan kaum Muslim bersama-sama bergotong royong membantu pembangunan Gereja Katolik di wilayah tersebut.

Desa Korowou dikenal sebagai salah satu desa dengan jumlah tempat ibadah yang cukup banyak. Tercatat terdapat 16 gereja dan dua masjid di desa tersebut.

Dalam kegiatan gotong royong, masyarakat bersama umat Katolik bekerja mengangkat semen, pasir dan kerikil untuk pembangunan tiang gereja. Sebanyak 10 tiang dengan tinggi sekitar enam meter disebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam berkat kebersamaan masyarakat.

Pembangunan tersebut melibatkan umat Katolik Stasi Santo Antonius Korowou, Paroki Santa Maria Bunda Penolong Abadi Beteleme, Keuskupan Manado. Dari sekitar 15 keluarga umat Katolik di stasi tersebut, dukungan juga datang dari masyarakat lintas denominasi dan agama.

Tidak hanya kaum bapak yang terlibat. Para ibu turut mengambil bagian dengan menyiapkan makanan bagi warga yang bekerja, sehingga suasana gotong royong semakin terasa hangat dan penuh persaudaraan.

Kepala desa dan ibu dusun juga hadir memberikan dukungan kepada umat Katolik yang sedang membangun rumah ibadah tersebut.

Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum perkenalan bagi Pendeta Elton Arniest, pemimpin Gereja Kibait Korowow, yang baru enam hari sebelumnya dimutasi dari Puncak Jaya ke tanah Mori. Kehadirannya bersama umat Katolik dalam kerja bakti menjadi simbol kuat bahwa kerja sama lintas gereja dan agama terus terpelihara.

Semangat kebersamaan di Korowou menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu. Justru melalui gotong royong, masyarakat dapat memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

**“Jumlah kecil, tetapi memberikan rasa yang lezat dalam membangun persaudaraan.”**

@sorotan

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less