Doktor Mardiman Sane, Merawat Pancasila di Jalan Kemanusiaan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 49
- print Cetak

Ket foto: Doktor MDS hadiri pemakaman warga di Sigi (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni bukan sekadar seremoni mengenang sejarah bangsa. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
Bagi Doktor Mardiman Sane, SH., MH., atau yang akrab disapa MDS, merawat Pancasila tidak cukup hanya dengan pidato dan slogan. Nilai luhur Pancasila, khususnya sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, harus diwujudkan melalui kepedulian dan pengabdian kepada sesama.
Di berbagai titik, ambulans relawan yang diinisiasi MDS hadir membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang. Ambulans tersebut menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis, mengantar pasien yang sakit, hingga membantu keluarga yang berduka membawa pulang jenazah orang tercinta ke kampung halamannya.
Baginya, kemanusiaan adalah tentang hadir ketika orang lain sedang membutuhkan uluran tangan.
Tidak hanya melalui kegiatan sosial, MDS juga mengabdikan dirinya di bidang hukum. Sebagai seorang advokat, ia kerap memberikan pendampingan dan membantu masyarakat yang menghadapi persoalan hukum, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses dan kemampuan untuk mendapatkan keadilan.
Langkah-langkah sederhana namun nyata itu menjadi bukti bahwa Pancasila sesungguhnya hidup dalam tindakan, bukan hanya dalam kata-kata.
Dalam sebuah podcast bersama Radar Palu, MDS pernah menyampaikan sebuah pesan yang mencerminkan prinsip hidupnya.
“Satu perbuatan lebih mulia daripada seribu janji.”
Kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan, melainkan cerminan dari jalan pengabdian yang selama ini ia tempuh. Di tengah berbagai tantangan kehidupan sosial, MDS memilih hadir dengan aksi nyata, menolong sesama, dan memperjuangkan kemanusiaan.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, sosok Doktor Mardiman Sane mengingatkan bahwa merawat Pancasila tidak selalu dilakukan di ruang-ruang besar atau mimbar kehormatan.
Pancasila justru tumbuh dan hidup ketika ada tangan yang terulur membantu, ketika ada kepedulian kepada yang lemah, serta ketika keadilan diperjuangkan bagi mereka yang membutuhkan.
Di jalan kemanusiaan itulah, MDS terus merawat Pancasila, menjadikan nilai luhur bangsa bukan sekadar hafalan, melainkan napas dalam setiap pengabdian untuk masyarakat.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar