Dengan Terisak, Sekdis PTSP Ceritakan Diusir Dalam Rapat Banggar DPRD Morut
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
- visibility 16
- print Cetak

Foto saat rapat Banggar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto saat rapat Banggar
MOROWALI UTARA- Sekertaris Dinas (Sekdis) penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) mengungkap kronologis dirinya di usir dari ruang rapat Badang Anggaran (BANGGAR) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara oleh Wakil ketua I Moh. Safry, Selasa 12 Juli 2022.

Undangan
“Saya di minta Kadis yang ikut Pim II untuk hadir di DPRD. Saya di telpon berulang orang sekertariat. Saya berusaha cepat hadir dengan menggunakan pakaian lengkap saya sebagai ASN. Saat saya duduk pak Melky minta agar di dengar pendapat dari PTSP. Ibu Mega langsung mengarah ke saya langsung baru mau mempersilahkan.. Langsung wakil ketua II bilang tunggu dulu,, saya baru mau bicara langsung wakil ketua II pak Safry bilang keluar… Keluar,”ungkap Sekdis PTSP Lili Siombo dengan terisak saat kami melakukan wawancara via sambungan telpon, Rabu pagi 13 Juli 2022.

Sikap wakil ketua II DPRD Morut Moh. Safry yang di nilai “meledak-meledak” mengusir Sekdis PTSP tak patut ditunjukan seorang wakil rakyat di depan pejabat. Sikap tidak tidak sejalan dengan kedisiplinan anggota DPRD Morut sendiri, karna diketahui salah satu anggota DPRD Morut Usman juga hadir terlambat. Sementara jika alasan emosi karna yang hadir adalah sekertaris Dinas, maka mengapa Sekertaris Bappeda bisa duduk dalam ruangan.
Apalagi Rapat yang mengundang unsur Kepala OPD ini sudah terjadwal giliran PTSP pada hari jumat 15 Juli 2022 mulai jam 09.00 wita dalam undangan.
Saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp, wakil ketua II DPRD Morut Moh. Safry akui dirinya marah karena yang di undang Kadis, sementara yang hadir Sekdis. Namun dengan bijak, wakil rakyat asal PKB ini menyampaikan permohonan maaf bila pengusiran itu di nilai kasar. Ia juga berterima kasih media menjadi kontrol.
“Jadwalnya mrk hari Jumat, yg kt undangan kadisnya knp sekertaris yg datang…Trmks banyak sarannya saudaraku…. Saya butuh kritikan dan saran teman-teman untuk kebaikan kita semua….Saya minta maaf kalau beliau merasa bahasa saya pengusiran saya agak kasar,… Tolong kritis dan bantu ingatkan saya kalau ada yang keliru..tabeeee..tabee. Trmks banyak saudarakuu.. tlng ingatkan dan kritisi sy… Sy juga manusia yg terkadang lalai.. sekali trmks banyak.. sehat selalu saudaraku,” tulisnya
Sikap tegas DPRD Morut memang perlu. Salah satu yang paling keras dalam menyuarakan kepentingan rakyat adalah wakil ketua II. Namun sikap ini harus di sandingkan juga dengan sikap seluruh wakil rakyat. Jangan hanya tegas terhadap siapa yang seharusnya hadir. Tetapi tegas terhadap anggota DPRD Morut yang hampir selalu tidak tepat waktu saat rapat. Soal kedisiplinan anggota DPRD Morut dalam rapat adalah pekerjaan rumah bagi pimpinannya, bahwa lembaga ini sendiri tidak bisa taat pada aturan soal waktu.**
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar