Butiran Air Mata Jayden
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 16
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Butiran Air Mata Jayden
Oleh: Om Hendly
Jayden Mponoi, si kecil tampan yang bahkan dalam kondisi sakitnya masih menunjukkan ketegaran yang sulit dibayangkan. Minggu, 31 Mei 2026, tubuh mungilnya kembali harus menerima tindakan medis. Perawat memasang infus melalui bagian pahanya karena akses pembuluh darah di bagian lain sudah semakin sulit.
Tak ada tangisan keras yang terdengar. Tak ada jeritan seperti bayi seusianya ketika jarum menembus kulit. Jayden hanya diam. Matanya tetap terpejam, sementara di sudut matanya perlahan muncul butiran air mata yang mengalir tanpa suara.
Air mata itu seolah menjadi bahasa yang tak mampu ia ucapkan. Bahasa tentang rasa sakit yang ia rasakan sejak pertama kali hadir di dunia.
Sesekali Jayden membuka sedikit matanya, seperti ingin melihat siapa yang berada di sekelilingnya. Seolah ingin memastikan bahwa ayah dan ibunya masih setia menemaninya berjuang. Namun tak lama kemudian, kelopak matanya kembali tertutup, dan ia melanjutkan pertarungan panjangnya dalam diam.
Jayden Mponoi, bayi berusia hampir dua bulan asal Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, telah berjuang sejak detik pertama kehidupannya. Saat lahir, tak ada tangisan yang menyambut kedatangannya ke dunia seperti bayi pada umumnya. Sejak saat itu, hidupnya dipenuhi ruang perawatan, alat medis, dan doa-doa yang tak pernah putus.
Ia adalah buah hati ketiga dari keluarga Mponoi-Basitu. Kini, di ruang perawatan dengan berbagai alat medis yang membantu setiap tarikan napasnya, Jayden masih bertahan. Tubuh kecilnya mungkin lemah, tetapi semangat hidupnya begitu besar.
Dan ketika butiran air mata itu kembali jatuh dari sudut matanya, siapa pun yang melihatnya akan sulit menahan haru. Sebab di balik tubuh mungil itu, ada seorang pejuang kecil yang sedang berusaha sekuat tenaga untuk tetap hidup, ditemani cinta orang tua dan doa dari banyak orang yang berharap suatu hari nanti Jayden bisa membuka matanya lebih lama, tersenyum, lalu pulang dalam keadaan sehat. ❤️
- Penulis: Redaksi Beritamorut











































Saat ini belum ada komentar