Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Bantu Relawan Ambulans Sulteng, Ambulans Haji Mus Siap Datang Menjemput di Palu

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Di tengah polemik dan kesulitan ketersediaan ambulans untuk masyarakat Morowali Utara (Morut), di relawan kemanusiaan ambulans Sulteng, hadir alternatif pelayanan bagi warga yang membutuhkan.

Relawan Ambulans Mukhlis Dg Mamala atau yang akrab disapa Haji Mus, mempunyai armada yang standby di Desa Saemba, Kecamatan Mori Atas, sebagai salah satu alternatif bisa  penjemputan warga Morut dari Palu.

Langkah ini menjadi solusi ketika pelayanan ambulans dari Kota Palu sedang terkendala, terutama apabila armada Relawan Ambulans Doktor Mardiman Sane (MDS) sedang berada di luar kota atau tengah melayani masyarakat lainnya.

Koordinator Relawan Ambulans Haji Mus, Yonan mengatakan, armada tersebut siap membantu penjemputan, baik untuk membawa jenazah maupun pasien Morut yang telah selesai menjalani perawatan atau berobat di Palu dan hendak kembali ke kampung halaman.

“Kami di Relawan Ambulans Haji Mus membantu alternatif penjemputan ke Palu, untuk bawa jenazah, atau pasien pasca berobat kembali ke Morut. Yang penting keluarga bisa bersabar 1×24 jam sebab start dari Saemba,” ujar Yonan (26/9).

Menurutnya, keberadaan armada di Saemba diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pelayanan kemanusiaan yang saling melengkapi. Terlebih, kebutuhan ambulans terkadang datang bersamaan dan tidak mengenal waktu.

Jika dalam kondisi duka atau pelayanan masyarakat Morut terdapat kebutuhan armada dari Palu ke Morut, sementara ambulans yang biasa melayani sedang digunakan, maka armada Haji Mus dapat menjadi pilihan alternatif.

Semangatnya sederhana: ketika satu armada sedang bergerak, armada lainnya ikut membantu.

Dengan pola pelayanan yang saling mendukung ini, masyarakat Morowali Utara diharapkan tidak harus menghadapi kesulitan sendirian ketika membutuhkan transportasi kemanusiaan, baik dalam kondisi duka maupun kebutuhan pasien pasca berobat.

Sebab dalam urusan kemanusiaan, yang dibutuhkan bukan sekadar banyaknya ambulans, tetapi juga kesediaan untuk saling mengisi ketika masyarakat membutuhkan.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less