Keluarga Djonis Lasampa Sampaikan Terima Kasih Bantuan Doktor MDS dan Haji Tonggong
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu – Di balik tubuhnya yang terbaring lemah usai menjalani operasi patah kaki kanan, Djonis Lasampa masih harus menghadapi perjuangan lain. Bukan hanya soal kesembuhan, tetapi juga keterbatasan biaya untuk menjalani kontrol pengobatan di RSUD Undata, Palu.
Melihat kondisi sang ayah, Lena, anak Djonis, berusaha mencari pertolongan dengan menghubungi Relawan Ambulans Sulteng. Ia menceritakan kesulitan keluarga jika harus menanggung biaya ambulans untuk mengantar ayahnya menjalani pemeriksaan medis.
Keluhan itu pun mendapat respons. Melalui koordinasi relawan, Doktor Mardiman Sane (MDS) hadir membantu dengan menyediakan ambulans untuk mengantar dan menjemput Djonis selama beberapa kali kontrol di rumah sakit.
Kamis, 29 Oktober 2026, relawan kembali bergerak. Djonis diantar menuju poli RSUD Undata untuk menjalani pemeriksaan, kemudian dijemput kembali setelah urusannya selesai.
Di dalam ambulans, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Djonis mengungkapkan betapa beratnya kondisi yang harus dihadapi keluarganya. Di tengah rasa sakit akibat patah tulang dan proses pemulihan pascaoperasi, persoalan biaya transportasi menjadi beban tersendiri.
Namun, di tengah kesulitan itu, masih ada tangan-tangan yang terulur.
Tak hanya MDS, Ahmad Dg Mamala, yang akrab disapa Haji Tonggong, juga turut membantu. Melalui timnya, Haji Tonggong memberikan bantuan sebesar Rp3 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan keluarga tersebut.
Lena sendiri merupakan warga Desa Bau yang mengenal dekat sosok Haji Tonggong. Pertemuan antara kesulitan sebuah keluarga dan kepedulian para relawan ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Bagi keluarga Djonis, bantuan tersebut bukan sekadar ambulans atau uang untuk berobat. Ada beban yang diringankan, ada kecemasan yang sedikit terobati, dan ada harapan agar sang ayah bisa kembali pulih tanpa harus terus dibayangi kesulitan biaya.
Mewakili ayahnya, Lena menyampaikan rasa terima kasih kepada Doktor Mardiman Sane dan Haji Tonggong atas kepedulian yang diberikan kepada keluarganya.
“Terima kasih banyak semoga panjang umur sehat selalu bertambah rejekinya sudah membantu orang tua kami. Terima kasih pak Mardiman dan Haji Tonggong sekali lagi,” ungkap Lena.
Sebab, bagi keluarga yang sedang berjuang menghadapi sakit, bantuan paling berarti bukan hanya tentang berapa besar nilainya. Namun, tentang siapa yang bersedia hadir ketika mereka sedang kesulitan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar