Sumpah Pemuda ke-98: Delapan Sosok Muda Morut, dari Urusan Bisnis, Kemanusiaan hingga Panggung Politik
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 83
- print Cetak

Ket Foto: Dari kiri atas, Fauzan Mamala, Haji Akbar, Russel Najimain, Septiawan. Dari kiri bawah, Edwin Purnawan Tampake, Wahyu Hidayat Sudirman, Arief Ibrahim, Arman Purnama Marunduh (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026), mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Momentum ini menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa, termasuk pembangunan Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah.
Sejumlah figur muda di Morut menunjukkan kiprah melalui berbagai bidang, mulai dari kemanusiaan, dunia usaha, organisasi, hingga politik.
Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP., atau Fauzan Mamala, pengusaha muda sekaligus Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Morowali Utara, dikenal melalui terobosan ambulans gratis dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan besar di daerah. Kiprahnya menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Selanjutnya, H. Akbar, S.T., M.M.,atau biasa disapa Haji Akbar, Ketua PAN Morowali Utara, baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 26 Oktober 2026. Berbekal pengalaman usaha dan pendidikan, ia menjadi salah satu figur yang menarik dicermati dalam perjalanan regenerasi kepemimpinan daerah.
Di bidang organisasi, Muhammad Russell Najimain, Ketua Pengda ORADO Morowali Utara sekaligus Bendahara Partai Gerindra Morowali Utara, dikenal melalui kiprahnya dalam mendorong perkembangan organisasi domino di daerah.
Yang memiliki latar belakang kesehatan ada, Apt. Septiawan, S.Farm. Ia adalah seorang praktisi kesehatan di Morowali Utara yang aktif dalam organisasi profesi seperti Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Morut. Pada akhir September 2026, ia terlibat aktif dalam mengedukasi masyarakat lansia mengenai penggunaan obat yang aman bertepatan dengan momen World Pharmacists Day 2026.
Septiawan adalah sosok muda yang menjabat Direktur PT Duta Maritim Morut. Ia adalah sosok politisi muda yang memiliki kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Sementara itu, Wahyu Hidayat Sudirman, S.IP., kader Partai NasDem, merupakan salah satu anggota DPRD Morut termuda yang berhasil menjabat selama dua periode berturut-turut. Konsistensinya di jalur legislatif menjadi bagian dari dinamika keterlibatan generasi muda dalam politik daerah.
Figur lainnya, Ince Moch Arief Ibrahim, S.H., M.Kn., politisi muda Partai Hanura dan anggota DPRD Morut, dikenal lantang menyuarakan berbagai persoalan di gedung legislatif. Namanya belakangan diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpotensi menduduki posisi Wakil Ketua I DPRD Morowali Utara, meski hal tersebut tetap bergantung pada proses dan keputusan resmi.
Kemudian ada Edwin Purnawan Tampake, S.H., M.H., M.Kn., politisi muda Partai Golkar yang juga memimpin tiga organisasi besar di Morowali Utara. Pengalaman politik dan organisasinya menjadi modal penting untuk mendorong regenerasi kepemimpinan yang diharapkan semakin berpihak pada kepentingan masyarakat.
Adapun Arman Purnama Marunduh dikenal sebagai figur wakil rakyat yang memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan masyarakat, terutama aspirasi yang berkaitan dengan rasa keadilan. Kepeduliannya pada masalah rakyat membuatnya selalu mendapat tempat dihati para pejuang keadilan.
Delapan figur tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada daerah dapat ditempuh melalui berbagai jalur. Ada yang bergerak di bidang kemanusiaan, membangun organisasi, mengembangkan usaha, hingga memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui politik.
Namun, momentum Sumpah Pemuda seharusnya tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap jabatan dan popularitas. Lebih dari itu, generasi muda ditantang untuk membuktikan kontribusi melalui karya, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Di tengah kekayaan sumber daya alam Morowali Utara, persoalan pemerataan pembangunan, kesempatan kerja, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat tetap membutuhkan perhatian serius.
Patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian, kegigihan melalui kerja nyata, dan empati melalui kepedulian terhadap sesama.
Pada akhirnya, kualitas generasi muda tidak hanya diukur dari jabatan yang disandang, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar