Breaking News :
light_mode
Trending Tags

PILU! Jelang HUT ke-13 Morut, Ibu Tak Sadarkan Diri Ditandu 10 KM Baru Sampai Puskesmas

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 127
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA – Di tengah persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Morowali Utara (Morut), sebuah potret pilu kembali datang dari pedalaman Suku Wana. Seorang ibu yang tak sadarkan diri harus ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer, melewati medan sulit dan sungai, demi mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (20/10/2026). Pasien berinisial N (40), warga Desa Ue Pakatu, Dusun Ue Kabeo, wilayah pedalaman Suku Wana, Kecamatan Mamosalato, terpaksa dievakuasi dengan cara ditandu menuju Puskesmas Indo Potowe Lijo.

Di saat tubuhnya tak berdaya dan kesadarannya hilang, warga harus berjuang melintasi medan yang tidak mudah. Perjalanan panjang sejauh 10 kilometer bukan sekadar jarak, melainkan perjuangan antara harapan dan kecemasan demi menyelamatkan nyawa seorang ibu.

Tak ada kemudahan akses yang bisa diandalkan. Di tengah keterbatasan, kepedulian dan tenaga warga menjadi tumpuan untuk membawa pasien menuju fasilitas kesehatan agar segera mendapatkan penanganan medis.

Setelah tiba di Puskesmas Indo Potowe Lijo, pasien mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, pasien dirujuk ke Luwuk untuk penanganan lebih lanjut.

“Ini kondisi kami di sini, Pak, di pedalaman,” ungkap salah seorang warga dengan nada prihatin.

Kalimat sederhana itu seolah menggambarkan kenyataan pahit yang masih dihadapi masyarakat di pelosok Morowali Utara. Ketika warga di wilayah lain dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan kendaraan, sebagian masyarakat pedalaman masih harus mempertaruhkan tenaga dan waktu untuk membawa orang sakit melewati sungai dan jalan yang sulit.

Menjelang usia ke-13 Kabupaten Morowali Utara, kisah ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur dari gedung yang berdiri, jalan yang dibangun, atau kemeriahan perayaan hari jadi daerah. Ada masyarakat di pedalaman yang masih membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang layak, sarana transportasi medis, serta kehadiran pemerintah ketika keadaan darurat mengancam keselamatan jiwa.

Sebab, bagi keluarga pasien dan warga di pedalaman, 10 kilometer bukan sekadar jarak. Itu adalah perjuangan panjang untuk menyelamatkan nyawa.
Di tengah sukacita menyambut HUT ke-13 Morut, semoga jeritan sunyi dari pedalaman ini tidak luput dari perhatian. Karena setiap warga, di mana pun mereka tinggal, berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan pertolongan medis tanpa harus berjuang sejauh itu.

Jangan sampai usia daerah terus bertambah, sementara perjuangan rakyat untuk mendapatkan pertolongan masih sama beratnya.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less