Gubernur Anwar Hafid Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan STT GKST Tentena
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 144
- print Cetak

Ket foto: Gubernur Anwar Hafid Peletakan Batu Pertama pembangunan Auditorium GKST Tentena (Sumber foto; Media STT)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TENTENA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meletakkan batu pertama pembangunan gedung auditorium Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sulawesi Tengah (STT GKST) Tentena, Kamis (15/10/2026).
Pembangunan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sarana pendidikan teologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan akademik di lingkungan kampus.
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan auditorium yang dirancang untuk menunjang berbagai kegiatan akademik, keagamaan, kemahasiswaan, serta aktivitas kelembagaan lainnya.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan seminar, konferensi, kuliah umum, ibadah, wisuda, hingga berbagai kegiatan akademik dan kemasyarakatan yang membutuhkan ruang representatif.
Dalam sambutannya, Ketua STT GKST Tentena, Pdt. Dr. Asyer Tandapai menyampaikan ungkapan syukur atas kehadiran Gubernur Sulteng.
“Kita menaikkan Puji Syukur pada Tuhan atas rahmat dan penyertaan dalam perjalanan kehidupan kita. Di bawah Kolong Langit Biru, kami menyapa dalam kasih, kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Bapak Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Ibu Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, Majelis Sinode GKST, Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso, Bupati Poso, Bupati Morowali Utara, unsur TNI-Polri, anggota DPRD, para rektor, pengurus alumni STT GKST, serta seluruh undangan dan hadirin yang kami hormati.

Moment ini membuat kami terharu dan menyampaikan ucapan terima kasih mendalam, atas kehadiran Bapak Gubernur bagi pendidikan gereja dan dirangkaikan peletakan batu pertama, pembangunan Auditorium STT GKST Tentena. Peristiwa ini merupakan monumen amat bermakna bagi perjalanan lembaga pendidikan sebagai lembaga pendidikan tertua di Sulawesi Tengah, yang proses pembelajaran dimulai tahun 1912 (114 tahun silam) sebagai Sekolah Guru.
Tamatan sekolah ini telah menjadi pelopor pembangunan sekolah-sekolah di pedalaman Sulawesi Tengah, dan peran mereka menjadi agen perubahan masyarakat.
Kita berbangga bahwa salah seorang tamatan sekolah ini adalah Prof. Dr. Yus Badudu, ahli bahasa, yang memberi sumbangsih signifikan bagi perkembangan kebahasaan di Indonesia.
Faktor penting yang ikut memberi sumbangan penting bagi transformasi masyarakat Sulawesi Tengah, secara khusus Afdeling Poso yang wilayahnya meliputi Poso, Ampana hingga Morowali, adalah kehadiran pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi keagamaan Alkhairaat.
Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan bahwa orang tua Bapak Gubernur H. Dr. Anwar Hafid adalah pendiri Alkhairaat di Bungku, Kabupaten Morowali. Pendidikan menghadirkan jati diri sebagai pemimpin yang religius inklusif dan teknokratik berbasis Saintek. Kami mengapresiasi dukungan Bapak Gubernur, bagi program Beasiswa Berani Cerdas. Kami juga memohon dukungan dan rekomendasi agar Sulawesi Tengah menjadi tempat penyelenggaraan Pesparawi Nasional tahun 2029, serta Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia yang direncanakan dilaksanakan di Kota Tentena pada tahun 2034.
Kehadiran Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah di ruang literasi peradaban ini, adalah menghadirkan diri secara utuh melalui dukungan nyata untuk meletakkan batu pertama bagi pembangunan Auditorium Sekolah Tinggi Teologi GKST. Auditorium ini akan berfungsi sebagai ruang penguatan literasi kognitif Sainstek, literasi berkebudayaan, dan ruang pembangunan spiritual. Inisiatif pembangunan auditorium datang dari alumni sekaligus panitia pembangunan.
Terima kasih kepada Pdt. Ferdinan Moenggo, S.Th., M.Pd., Kepala Desa Era saat ini, yang memfasilitasi audiensi dengan Bapak Gubernur. Penanggung jawab pembangunan auditorium STT GKST adalah juga penanggung jawab pembangunan Kantor Sinode GKST yang baru saja diresmikan.
Akhirnya, ucapan terima kasih mendalam atas kesediaan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah mengawal peletakan batu, pembangunan Auditorium STT GKST Tentena. Kiranya Tuhan Maha Pengasih senantiasa meridai amalan ibadah hamba-Nya. Amin,”tutup Ketua STT GKST Tentena dalam sambutannya.
Pembangunan auditorium menjadi bagian dari upaya STT GKST Tentena untuk memperkuat kapasitas institusi dalam menyelenggarakan pendidikan teologi yang berkualitas.
Fasilitas yang memadai dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui pembangunan tersebut, STT GKST Tentena diharapkan semakin mampu mempersiapkan calon pelayan gereja dan sumber daya manusia yang berintegritas, berkompeten, serta memiliki semangat pengabdian kepada gereja dan masyarakat.
Momentum peletakan batu pertama ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Sulawesi Tengah.
Dukungan terhadap infrastruktur pendidikan diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan, pengembangan iman, dan kontribusi lembaga pendidikan bagi kehidupan bermasyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan auditorium, STT GKST Tentena melangkah menuju pengembangan kampus yang lebih representatif, sejalan dengan semangat pelayanan yang menjadi landasan pendidikan teologi.
“Berakar dalam Firman, Melayani dengan Kasih” menjadi pesan yang mencerminkan komitmen STT GKST Tentena dalam membangun pendidikan teologi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengabdian.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar