Breaking News :
light_mode
Trending Tags

MOMBAJU PA’E: Tradisi Suku Taa, Ketika Anak-Anak SD Desa Sea Belajar Mandiri Lewat Lesung dan Alu

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Bagi sebagian anak-anak di pedalaman Kabupaten Morowali Utara (Morut), menumbuk padi menggunakan lesung atau dalam bahasa Taa disebut “Nonsu” dan alu dalam bahasa Taa disebut “Yayu” bukan sekadar pekerjaan rumah tangga. Di balik bunyi tumbukan yang berirama, tersimpan tradisi, kemandirian, dan nilai kehidupan yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat suku Taa.

Di Desa Sea, Kecamatan Mamosalato, masyarakat suku Taa mengenal aktivitas menumbuk padi dengan sebutan “mombaju pa’e”. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang masih menyimpan padi di lumbung untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Ada cerita yang menyentuh di balik tradisi tersebut. Sepulang sekolah, anak-anak di Desa Sea biasanya langsung mengambil lesung dan alu untuk menumbuk padi yang akan dimasak sebagai makanan malam.

Sementara itu, sejak pagi orang tua mereka telah berangkat ke kebun untuk mencari nafkah. Terkadang, anak-anak baru kembali bertemu dengan orang tua mereka pada malam hari.

Bagi anak-anak di pedalaman Desa Sea, mombaju pa’e bukan hanya tentang menyiapkan beras untuk dimakan. Mereka belajar bertanggung jawab, membantu keluarga, dan memahami arti perjuangan hidup sejak usia dini. Di tengah kesederhanaan kehidupan pedalaman, bahasa Taa tetap hidup melalui aktivitas sehari-hari yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, ketika banyak anak tumbuh dengan kehidupan yang semakin modern, tradisi mombaju pa’e menjadi pengingat bahwa di balik sebuah bahasa daerah, ada kebudayaan, pengalaman, dan kisah keluarga yang tidak ternilai harganya.

Mombaju pa’e bukan sekadar menumbuk padi. Ia adalah cerita tentang anak-anak suku Taa, tentang keluarga yang berjuang, dan tentang warisan budaya yang terus hidup di Desa Sea, Mamosalato, Morowali Utara.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less