Breaking News :
light_mode
Trending Tags

World Pharmacists Day 2026, IAI dan PAFI Morut Edukasi Lansia, Septiawan Tutup dengan Pantun

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 103
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Dalam rangka memperingati World Pharmacists Day 2026, pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Morowali Utara bersama Pengurus Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Morowali Utara menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia).

Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 September 2026 di Desa Korololama, Kabupaten Morowali Utara, mengangkat tema “Memberdayakan Apoteker untuk Masa Depan yang Lebih Sehat”, dengan subtema “Bijak Menggunakan Obat di Usia Lanjut.”

Kegiatan tersebut menyasar para orang tua dan lansia sebagai audiens utama. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara tepat, aman dan bertanggung jawab.

Pengurus IAI dan PAFI Morowali Utara, apt, Septiawan, S.Farm menekankan bahwa pelayanan kefarmasian tidak hanya sebatas memberikan obat kepada pasien. Masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang benar sejak awal pelayanan, mulai dari cara menggunakan obat, dosis dan aturan pakai, penyimpanan obat yang baik dan benar, hingga cara membuang obat yang sudah tidak digunakan.

Momentum World Pharmacists Day diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat mengenai pentingnya keberadaan apoteker dan tenaga farmasi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

“Apoteker hadir untuk mengedukasi, mendampingi dan memastikan pengobatan berjalan dengan aman. Setiap langkah kecil dari apoteker dan tenaga farmasi sangat berarti bagi kesehatan masyarakat,”ungkap Septiawan

Melalui kegiatan edukasi ini, IAI dan PAFI Morowali Utara juga berharap dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi apoteker dan tenaga farmasi sekaligus memperkuat kehadiran mereka di tengah masyarakat.

Ketika apoteker diberdayakan, pengetahuan dapat berubah menjadi aksi, pelayanan menjadi lebih dekat, dan masyarakat menjadi lebih terlindungi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Morowali Utara yang sehat, cerdas dan sejahtera, khususnya melalui peningkatan literasi masyarakat dalam penggunaan obat yang aman dan tepat.

Dipenghujung kegiatan, Septiawan menutup penjelasannya dengan sebuah pantun:

Pergi ke kebun memetik melati,
Melihat embun di pagi hari.
Lansia sehat selalu di hati,
Rukun bersama hidup lestari.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less