Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Selamat Jalan Dr. Elvis Katuwu, Advokat Senior yang Kritis Ini Berpulang

Selamat Jalan Dr. Elvis Katuwu, Advokat Senior yang Kritis Ini Berpulang

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Kabar duka berpulangnya Pengacara senior asal Morut, Dr. Elvis Katuwu, SH., MH, berpulang pada Minggu, 6 September 2026, pukul 15.24 WITA.

Kabar berpulangnya putra asal Mori yang dikenal kritis dalam menyuarakan kepentingan rakyat itu disampaikan pihak keluarga melalui sejumlah grup WhatsApp.

Kepergian Elvis Katuwu meninggalkan duka, sekaligus kenangan atas sikapnya yang kerap menyampaikan kritik dan pandangan hukum terhadap berbagai persoalan daerah. Salah satu yang pernah menjadi sorotannya adalah keberadaan, penggunaan dan transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Elvis pernah mempertanyakan bagaimana dana CSR yang seharusnya menjadi salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat benar-benar digunakan sesuai kebutuhan rakyat.

Sorotan itu semakin tajam ketika masih ada warga di Pedalaman Wana, Morowali Utara, yang harus digotong menggunakan peralatan seadanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jarak menuju fasilitas kesehatan bahkan mencapai belasan kilometer.

Bagi Elvis, kondisi tersebut seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan.

Ia mempertanyakan, di tengah keberadaan perusahaan-perusahaan dan dana CSR yang setiap tahun seharusnya tersedia, mengapa akses jalan masyarakat di pedalaman masih menjadi persoalan serius.

“Persoalan jalan ke Pedalaman Wana, ada dana CSR setiap tahun dari perusahaan. Itu merupakan kewajiban perusahaan di daerah itu yang harus digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Itu dapat diprioritaskan membiayai pembuatan jalan dimaksud. Kemana dana itu mengalir sehingga tidak dipakai membiayai jalan ke Pedalaman Wana?” ujarnya kala itu, dikutip dari Metrosulteng.com.

Elvis juga menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan bahwa dana CSR telah disalurkan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Menurutnya, transparansi secara rinci menjadi hal penting, agar publik mengetahui berapa besar dana CSR yang tersedia, dari perusahaan mana saja dana tersebut berasal, siapa yang mengelolanya, serta untuk program apa dana itu digunakan.

“Jangan Pemda hanya menyebut dan menerima hasil penggunaan dana tersebut bahwa telah disalurkan pada prioritas kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran, tetapi tidak transparan secara detail,” tambahnya.

Almarhum bahkan mendorong agar keberadaan dana CSR di Morowali Utara benar-benar dilidik. Menurutnya, perlu dipastikan apakah kewajiban perusahaan terhadap masyarakat telah diwujudkan sebagaimana mestinya.

Jika dana CSR belum direalisasikan, salah sasaran atau bahkan digunakan tidak sesuai kebutuhan rakyat, maka persoalan tersebut menurut Elvis patut ditelusuri secara serius berdasarkan ketentuan hukum.

“Silakan dilidik APH bila dana CSR bermasalah dan disalahgunakan,” tegasnya saat itu.

Kini, suara kritis itu telah pergi.
Namun pertanyaan yang pernah dilontarkan Dr. Elvis Katuwu tentang dana CSR masih relevan dan seolah menjadi warisan kritik bagi Morowali Utara: Ke mana dana CSR mengalir? Siapa yang mengawasi? Dan apakah masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar merasakan manfaatnya?

Di tengah berbagai sorotan mengenai pengelolaan dana CSR, kritik almarhum menjadi pengingat bahwa transparansi bukan sekadar laporan, melainkan kewajiban untuk membuka seluruh penggunaan dana kepada publik.

Selamat jalan, Om Elvis Katuwu. Suaramu mungkin telah terhenti, tetapi kritik dan perjuanganmu untuk rakyat akan selalu dikenang.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less