Kecelakaan di Jetty PT. UKK. Keluarga Ungkap Hasil Visum Sebut Supriadi Jatuh dan Terbentur
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 104
- print Cetak

Ket foto: Almarhum Supriadi (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Hasil visum menjadi perhatian keluarga Supriadi (31), karyawan PT Usaha Kita Kinerjatama (PT UKK), yang ditemukan meninggal dunia setelah dua hari pencarian usai diduga terjatuh dari tongkang di kawasan Jetty Desa Ganda-Ganda, Kabupaten Morowali Utara pada 6 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak keluarga pada Senin (10/8), hasil visum menyebut korban meninggal akibat jatuh dan mengalami benturan.
“Sudah ada hasil visum. Ya, pak, jatuh terbentur dilihat hasil visumnya,” tulis salah satu keluarga korban.
Jenazah Supriadi telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dan dimakamkan pada Kamis (6/8) sekitar pukul 12.00 WITA.
Meski keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, mereka berharap kejadian ini menjadi perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Keluarga juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pekerja lainnya.
Keluarga meminta Komisi III DPRD Morowali Utara dapat meminta penjelasan secara lengkap terkait kronologi kejadian, hasil pemeriksaan serta penerapan standar K3 di lokasi kerja.
Ketua Komisi III DPRD Morowali Utara, Helen, SE, mengatakan hingga Kamis (6/8), pihaknya belum menerima laporan atau informasi resmi dari perusahaan mengenai kronologi maupun penyebab insiden tersebut.
“Info resmi yang kami terima dari perusahaan belum ada, karena dua hari ini semua fokus melakukan pencarian. Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ujar Helen.
Sementara itu, Humas PT Usaha Kita Kinerjatama, Mario Agung Ranu, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Ia mengatakan perusahaan memberikan perhatian kepada keluarga korban dan mendukung seluruh proses penanganan.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Perusahaan memberikan perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendukung seluruh proses penanganan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi guna memperkuat aspek keselamatan kerja di lingkungan operasional perusahaan,” ujar Mario.
Dengan adanya hasil visum tersebut, keluarga berharap seluruh rangkaian kejadian dapat dijelaskan secara transparan, termasuk bagaimana korban bisa terjatuh dari tongkang serta sejauh mana penerapan prosedur K3 di lokasi kejadian.
- Penulis: Redaksi Beritamorut






































Saat ini belum ada komentar