Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Periode Delis-Djira, Persoalan Sampah di Kolonodale Belum Tuntas

Dua Periode Delis-Djira, Persoalan Sampah di Kolonodale Belum Tuntas

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA – Memasuki periode kedua kepemimpinan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi bersama Wakil Bupati Djira K, persoalan sampah di Kota Kolonodale hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Tumpukan sampah yang masih terlihat di sejumlah titik, termasuk di kawasan Pasar Sentral Kolonodale, memunculkan penilaian bahwa pemerintah daerah belum mampu menghadirkan solusi yang efektif terhadap persoalan tersebut.

Sebagai ibu kota Kabupaten Morowali Utara, Kolonodale seharusnya menjadi wajah daerah yang bersih, tertata, dan nyaman. Namun kondisi di lapangan justru menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan sampah, mulai dari penyediaan fasilitas, pengangkutan, hingga penanganan sampah secara berkelanjutan.

Situasi ini menjadi sorotan karena Delis Julkarson Hehi yang berlatar belakang sebagai dokter mengusung visi Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS). Publik berharap persoalan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Akan tetapi, hingga saat ini persoalan sampah masih menjadi keluhan masyarakat.

Di sisi lain, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat juga memperparah keadaan. Masih ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan pasar, pinggir jalan, permukiman, bahkan di pesisir pantai. Perilaku tersebut menyebabkan lingkungan kotor, mencemari laut, menimbulkan bau tidak sedap, hingga berpotensi memicu banjir dan berbagai penyakit.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Pemerintah daerah memiliki kewajiban menyediakan fasilitas yang memadai, memastikan pengangkutan sampah berjalan optimal, memperkuat pengawasan, serta melakukan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Tanpa langkah nyata dan terobosan yang terukur dari Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus menjadi masalah yang berulang dan mencoreng wajah ibu kota kabupaten. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat memang menjadi kunci, namun kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang efektif tetap menjadi faktor utama dalam mewujudkan Kolonodale sebagai kota yang bersih, sehat, dan layak menjadi kebanggaan masyarakat Morowali Utara.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less