Warga Morowali Utara Tertipu Modus Video Call “Deepfake”, Rugi Rp.88 Juta
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
- visibility 51
- print Cetak

Ket foto: Bukti TF ke rekening penipu (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Seorang warga Kabupaten Morowali Utara (Morut), Om Munding Palega, menjadi korban penipuan bermodus panggilan video dengan wajah dan suara yang menyerupai orang yang dikenalnya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 Wita. Modus penipuan bermula dari rencana mengikuti lelang alat berat jenis excavator dengan sistem kongsi beberapa orang.
“Baku video call dengan Dony soal pembelian alat berat. Memang mukanya Dony dan suaranya, cuma sempat bergoyang gambar. Ternyata sekarang bukan itu nomornya Dony,” ujar korban. (20/2).
Dari penjelasan di video call dari nama Dony palsu tersebut, terjadi rencana mengikuti lelang dan nanti ada keuntungan bersama. Setelah percakapan dengan Dony muncul pelaku lain atas nama Hendrik Wijaya yang mengaku akan menjadi bagian kongsi patungan ikuti lelang bersama. Pelaku tersebut mendesak agar dana segera ditransfer sebelum pukul 13.00 Wita dengan alasan alat berat harus segera dikeluarkan dari kantor Sinar Mas di Jalan Masjid Raya Palu.
Merasa terdesak, Om Munding langsung menuju BRILink terdekat dan melakukan transfer pertama sebesar Rp40 juta pada pukul 12:00:04 Wita.
Kongsi tersebut akan saling patungan antara Om Munding, Dony dan Hendrik Wijaya. Namun komunikasi Om Munding ternyata dengan Dony palsu, sehingga ia tidak sadar di tipu oleh Dony palsu dan Hendrik Wijaya. Dan yang meyakinkan om Munding sehingga melakukan transfer sebab Hendrik Wijaya mengirimkan bukti transfer bahwa Dony sudah mengirim juga.
Tak lama kemudian, pelaku kembali menghubungi dan menyampaikan bahwa alat berat sudah keluar, namun ditahan sehingga membutuhkan dana pengawalan polisi. Korban kembali mentransfer Rp33 juta pada pukul 12:36:26 Wita.
Belum berhenti di situ, pelaku kembali meminta tambahan dana Rp15 juta pada pukul 13:07:01 Wita dengan alasan mendesak. Total uang yang ditransfer korban mencapai Rp88 juta.
Dua transfer pertama dikirim ke rekening atas nama Dedi Prasetio, sementara transfer ketiga ke rekening atas nama M. Afriansyah.
Pelaku juga memperdaya korban dengan alasan harus segera mengantar istrinya yang sedang hamil untuk kontrol ke dokter, sehingga korban semakin terburu-buru mengambil keputusan.
Kecurigaan muncul setelah anak Om Munding yang mendengar percakapan tersebut melakukan penelusuran terhadap nomor yang digunakan pelaku dan kaitannya dengan perusahaan.
Hasilnya, diketahui bahwa Dony yang asli berada di Beteleme dan tidak menggunakan nomor tersebut.
Om Munding telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Mori Atas serta mengadukan kasus tersebut ke OJK. Dari hasil penelusuran awal, pelaku diduga berada di wilayah Medan.
Kasus ini diduga menggunakan modus deepfake, yakni teknik manipulasi video dan suara berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menyerupai wajah dan suara orang lain. Modus ini semakin marak digunakan untuk mengelabui korban agar mentransfer uang dalam waktu cepat.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap panggilan video atau suara yang meminta transfer dana secara mendesak. Pastikan melakukan verifikasi langsung melalui nomor resmi atau bertemu secara langsung sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar