Anhar Menyebut Warda Dg Mamala, Sudah Selesai dengan Dirinya, Siap Mengabdi Sepenuh Hati
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 19
- print Cetak

Ket: Anhar SK, SH (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Sosok politisi Warda Dg Mamala, SE dinilai telah “selesai dengan dirinya sendiri”. Ungkapan itu disampaikan Anhar SK, SH, anggota DPRD Samarinda yang juga putra asli Morowali Utara, dalam perbincangan melalui pesan WhatsApp dengan media ini. Rabu (11/2/2026).
Bagi Anhar, kalimat tersebut bukan sekadar pujian, melainkan penegasan tentang kematangan seorang pemimpin. Seseorang yang telah selesai dengan ambisi pribadinya adalah mereka yang tidak lagi sibuk membuktikan diri, melainkan fokus memberi arti. Dan menurutnya, Warda Dg Mamala berada pada fase itu.
“Ibu Warda sudah selesai dengan dirinya. Dia punya pengalaman, memimpin partai, dan memulai semuanya dari bawah. Ia memahami apa yang rakyat Morowali Utara inginkan. Semua aspek terpenuhi untuk menjadi pelayan rakyat,” ungkap Anhar.
Empat periode menjadi wakil rakyat bukanlah perjalanan singkat. Itu adalah jejak panjang yang ditempuh dengan ketekunan, kesabaran, dan kemampuan membaca dinamika zaman. Dalam dunia politik yang kerap penuh gelombang,
Warda dinilai telah ditempa oleh situasi yang tidak mudah. Dari proses itulah lahir ketangguhan dan kebijaksanaan.
“Dia ditempa dengan situasi politik yang tidak mudah dan mampu melaluinya. Wajar jika masyarakat menaruh banyak harapan untuk masa depan Morowali Utara kepadanya,” tambah Anhar.
Narasi tentang kepemimpinan sejatinya bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang kapasitas dan kemauan untuk melayani. Setiap politisi memiliki gaya dan “stell” masing-masing. Namun yang paling penting, tegas Anhar, adalah komitmen untuk berbuat nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, pemimpin yang memahami denyut rakyat, yang pernah memulai dari bawah, mendengar langsung keluh kesah warga, dan tumbuh bersama dinamika sosial, memiliki bekal empati yang kuat. Empati itulah yang menjadi fondasi kebijakan yang berpihak.
Morowali Utara hari ini membutuhkan kepemimpinan yang matang, berpengalaman, dan berorientasi pada pelayanan. Bukan sekadar retorika, tetapi kerja nyata. Bukan sekadar janji, tetapi komitmen.
Dan dalam pandangan Anhar, sosok Warda Dg Mamala adalah figur yang telah teruji oleh waktu, siap melangkah bukan untuk dirinya, melainkan untuk masa depan Morowali Utara.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar