Natal dan Indahnya Toleransi di Kediaman Yaristan Palesa
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- visibility 22
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Di hari ketika cahaya Natal menyapa bumi dengan damainya, pintu sebuah rumah di Morowali Utara terbuka bukan hanya untuk tamu, tetapi untuk persaudaraan. Di kediaman Yaristan Palesa, perbedaan keyakinan luruh menjadi satu rasa: saling menghormati, saling mengasihi.
Tangan-tangan yang berbeda latar iman saling berjabat, senyum mengalir tanpa sekat, dan tawa menyatu di meja yang sama. Di sana, toleransi tidak sekadar slogan, melainkan hadir nyata dalam sajian sederhana dan obrolan hangat yang penuh keakraban.
Dalam keramaian tamu yang menikmati hidangan, tampak ketua DPRD Morowali Utara Warda Dg Mamala, SE turut hadir pula.
Salah satu tamu mengatakan keluarga Yaristan Palesa bagi mereka adalah saudara walaupun berbeda keyakinan.
“Walaupun beda keyakinan, pak Yaristan dan keluarga bagi kami adalah sodara. Begitu pula beliau melihat kami,”ujar salah satu tamu yang adalah staf di DPRD Morut (30/12)
Natal menjadi momentum, bukan untuk menegaskan perbedaan, melainkan merayakan kemanusiaan. Bahwa persaudaraan tidak lahir dari kesamaan keyakinan, tetapi dari ketulusan hati untuk saling menerima. Dalam rumah itu, iman berjalan berdampingan dengan hormat, dan kasih tumbuh tanpa syarat.
Inilah wajah indah Morowali Utara, ketika perbedaan dijaga dengan kebijaksanaan, dan toleransi dirawat sebagai warisan luhur. Sebab sejatinya, cinta kasih adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapa saja, di mana saja.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar