Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Morowali » Morowali Resmikan Motif Tenun Baru “Ikzara Kona’engke” & “Ikzara Kuluri” di HUT ke-26

Morowali Resmikan Motif Tenun Baru “Ikzara Kona’engke” & “Ikzara Kuluri” di HUT ke-26

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali — Pemerintah Kabupaten Morowali resmi meluncurkan dua motif tenun khas terbaru bertajuk Ikzara Kona’engke dan Ikzara Kuluri pada malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Morowali ke-26. Kain tenun ini menjadi karya monumental yang menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan nilai cinta yang dalam.

Peluncuran ini berawal dari gagasan Ibu-Ibu PKK yang kemudian dikembangkan oleh Ketua TP PKK Morowali, Hj. Darmayanti Iksan, dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah. Pembangunan Rumah Tenun Morowali di Desa Unsoni, Kecamatan Bungku Timur, menjadi tonggak penting dalam proses kreatif tersebut.

Kedua motif ini lahir melalui riset mendalam yang melibatkan para ahli, yakni Hj. Darmayanti Iksan (Ketua TP PKK), Nursia (Tim Ahli Cagar Budaya dan salah satu pencetus Batik Tobungku), Asmunandar (arkeolog), serta Ahmad Azhar (pemerhati budaya). Sementara penentuan nama dilakukan oleh tokoh muda Morowali: Sonaru, Hj. Suriani (Kabid Kebudayaan Morowali), dan Fahra Putri (Lala), ASN Pemda Morowali.

Nama “Ikzara” merupakan singkatan dari Iksan, Azizah, dan Dara. Adapun kata Kuluri merujuk pada burung Nuri yang dulunya banyak hidup dan dipelihara masyarakat Bungku sebelum menjadi semakin langka. Pengabadian nama ini menjadi simbol kerinduan akan satwa yang pernah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Kona’engke yang berarti indah, cantik, gagah, dan elok dalam bahasa Bungku menggambarkan keindahan kain tenun sekaligus mencerminkan karakter masyarakat Morowali yang ramah, kuat, dan terbuka.

Secara visual, motif Ikzara Kona’engke dan Ikzara Kuluri terinspirasi dari Gerabah Topogaro, peninggalan situs prasejarah Morowali. Pola gelombang dan tali pada gerabah melambangkan air, kehidupan, persatuan, dan keberlanjutan. Makna tersebut sekaligus merepresentasikan ikatan kasih sayang yang kuat dan harmonis—seperti hubungan suami istri yang saling menguatkan.

Lebih dari itu, karya tenun ini juga menjadi persembahan cinta Ketua TP PKK, Hj. Darmayanti Iksan, kepada suaminya, Bupati Morowali Iksan Bahrudin Abdul Rauf, sebagai hadiah istimewa di momen HUT Morowali ke-26.

Sebagai bentuk pengakuan resmi, kedua motif tenun ini telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM, memperkuat posisinya sebagai warisan budaya Morowali yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Kehadiran motif Ikzara Kona’engke dan Ikzara Kuluri diharapkan menjadi kebanggaan baru masyarakat Morowali sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi para pengrajin lokal.

Dari Morowali, untuk Indonesia, dan menuju panggung internasional.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less