Sembako Murah, Sentuhan Kemanusiaan dan Kepeduliaan Warda Dg Mamala di Jumat Penuh Berkah
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- visibility 18
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT — Jumat itu turun seperti berkah yang menyentuh bumi. Di tengah hari yang sederhana, Ketua DPRD Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, SE, menghadirkan kelegaan kecil bagi warga melalui sembako murah yang digelar di Kolonodale dan Beteleme. Jumat (28/11/2025)
Sebanyak 300 paket sembako di Pasar Kolonodale dan 200 paket lainnya di Pasar Beteleme dijual dengan harga terjangkau. Satu paket berisi beras, minyak, kopi, gula, susu, dan teh, yang biasanya dijual Rp165.000, kini bisa dibawa pulang dengan harga Rp135.000. Potongan harga Rp30.000 itu tampak sederhana, namun bagi banyak keluarga, angka ini bisa berarti napas panjang untuk seminggu ke depan.
Diantara hiruk pikuk pasar, senyum warga seperti merekah kembali.
Muhammad Hendra, seorang pedagang di Pasar Kolonodale, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih Ibu Warda. Ini sangat membantu masyarakat yang tengah kesulitan. Ini Jumat berkah,” ujarnya
Di sudut lain, seorang ibu yang datang jauh-jauh demi paket sembako murah, memeluk bungkusan belanjaannya seakan memeluk harapan baru.
“Terima kasih banyak atas sembako ini. Beda dua ribu rupiah saja kami rela datang jauh. Apalagi sekarang beda tiga puluh ribu. Semoga keluarga Mamala selalu sehat, dan sembako murah ini bisa terus berjalan. Amin YRA,” ucapnya dengan suara bergetar.
Doa-doa itu mengalun ringan, namun mengandung ketulusan yang dalam. Menanggapi ucapan warga, Warda Dg Mamala membalas dengan lembut.
“Amin, terima kasih atas doa masyarakat. Insya Allah, rencana tiap hari Jumat,” tuturnya.
Sembako murah ini bukan sekadar transaksi harga, ia menjadi jembatan kepedulian. Di tengah tekanan ekonomi dan naik-turunnya harga kebutuhan, hadirnya figur yang mau turun tangan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap percaya, bahwa kebaikan masih terus hidup.
Di Jumat yang penuh keberkahan itu, Morowali Utara merasakan bahwa kemanusiaan tidak harus bising; kadang ia datang dalam bentuk satu paket sembako, seulas senyum, dan sepotong niat tulus untuk membantu. Dan itu hadir melalui sosok Warda Dg Mamala.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar