Yaristan Palesa, Menjalankan Tugas dan Merawat Rindu di Pusara Ayah dan Ibu
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
- visibility 7
- print Cetak

Foto: Yaristan Palesa di Pusara Ayah dan Ibu (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Ditengah hiruk-pikuk tugas dan amanah sebagai wakil rakyat, Yaristan Palesa, SH tetaplah seorang anak yang tak pernah melupakan jejak kasih sayang orang tuanya. Dua periode duduk di DPRD Morowali Utara tak membuatnya berubah, kesederhanaan dan kelembutan hatinya tetap sama.
Hari ini, ketika reses membawanya pulang ke kampung halaman di Desa Tiu, langkahnya tidak hanya tertuju pada warga yang menyambutnya, tetapi juga pada dua sosok yang paling ia rindukan, ayah dan ibu, yang kini hanya bisa ditemui di peristirahatan terakhir mereka.
Dengan tubuh menunduk, Yaristan duduk di sisi pusara. Jemarinya pelan mengusap nisan, seolah itu adalah cara sederhana untuk kembali merawat mereka. Tak ada kata yang terucap lantang, hanya bisikan lirih doa dan rasa rindu yang menyesakkan dada.
Bagi Yaristan, berkunjung ke makam bukan sekadar tradisi, melainkan ungkapan cinta yang tak lekang waktu. Meski ayah dan ibunya telah berpulang, kasih sayang itu tetap hidup di hatinya, mengiringi setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap pengabdian yang ia jalani.
Sebab bagi seorang anak, hormat kepada orang tua tidak berhenti saat mereka pergi. Ia tetap abadi, menjelma dalam doa, air mata yang tertahan, dan kerelaan hati untuk terus melanjutkan hidup dengan membawa nama baik mereka.
- Penulis: Redaksi Beritamorut






































Saat ini belum ada komentar