Kopi Bencue, UMKM Asli Mori Utara yang Kini Tembus Palu hingga Kalimantan
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Berawal dari semangat memberdayakan masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK, Kelompok Kerja Kopi Bencue di Dusun Bencue, Desa Peleru, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, kini mampu mengembangkan usaha kopi bubuk yang mulai menjangkau pasar di luar daerah.
Ide tersebut berawal dari Kepala Dusun Bencue, Pak Ukas, yang melihat potensi bahan baku kopi cukup melimpah di tingkat petani setempat. Ia kemudian menggagas pembentukan kelompok kerja yang melibatkan ibu-ibu PKK di dusun tersebut.
Kelompok tersebut selanjutnya mengajukan proposal bantuan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Dari bantuan tersebut, kelompok memperoleh sejumlah peralatan produksi berupa satu unit mesin pengupas biji kopi, mesin penyangrai kopi, serta mesin penggiling.
Sejak 20 September 2025, kelompok yang mengusung merek Kopi Asli Bencue itu mulai memproduksi kopi bubuk secara mandiri. Kelompok ini digawangi oleh Isnawati sebagai ketua, Sumiati sebagai sekretaris, dan Rasida sebagai bendahara.
Dalam sebulan, kelompok tersebut rata-rata mampu memproduksi sekitar 200 paket kopi dengan omzet laba bersih mencapai sekitar Rp1 juta per bulan.
Ketua kelompok, Isnawati, mengatakan Kopi Bencue saat ini telah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Pemasaran dilakukan melalui media sosial serta sistem titip jual di sejumlah toko dengan mengandalkan prinsip saling percaya.
“Kopi Bencue telah memiliki sertifikat halal dari MUI. Kami melakukan penjualan di media sosial dan sistem titip di toko dengan modal saling percaya. Kami juga telah menandatangani MOU dengan Perusda,” ujar Isnawati.
Menurutnya, perkembangan pemasaran Kopi Bencue mulai menunjukkan hasil. Produk tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Morowali Utara, tetapi telah menjangkau sejumlah daerah seperti Palu dan Makassar, bahkan hingga ke Kalimantan.
Untuk harga, Kopi Asli Bencue dikemas dalam beberapa pilihan. Kemasan 100 gram dibanderol Rp14.000, kemasan 200 gram Rp23.000, sedangkan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp53.000.
Sementara itu, Sumiati berharap Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dapat memberikan dukungan lebih lanjut, khususnya melalui pembangunan atau pengadaan rumah produksi. Menurutnya, keberadaan rumah produksi akan membantu kelompok meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan pemasaran.
“Harapan kami Pemda mau membantu kami dengan pengadaan rumah produksi. Kopi Bencue ini dijamin keasliannya tanpa campuran sereal apapun,” pungkas Sumiati, diamini anggota kelompok lainnya.
Kopi Bencue menjadi salah satu contoh potensi UMKM berbasis komoditas lokal yang dikembangkan dari tingkat dusun. Dengan dukungan pemerintah dan perluasan pemasaran, produk kopi asli Bencue diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan UMKM Morowali Utara. (NL)
- Penulis: Redaksi Beritamorut











































Saat ini belum ada komentar