Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sinergi Melindungi Teluk Tomori: Manifestasi SDGs 14 untuk Masa Depan Morowali Utara

Sinergi Melindungi Teluk Tomori: Manifestasi SDGs 14 untuk Masa Depan Morowali Utara

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 6
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Teluk Tomori bukan sekadar hamparan laut yang indah. Ia adalah denyut nadi pariwisata Morowali Utara, rumah bagi terumbu karang, biota laut, serta sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Namun, di balik keindahannya, Teluk Tomori tengah menghadapi tantangan serius: meningkatnya pencemaran sampah laut yang perlahan menggerus keseimbangan ekosistemnya.

Dalam beberapa kesempatan menyeberangi teluk, saya menyaksikan secara langsung bagaimana sampah, terutama plastik, mulai tersebar dan mengancam kehidupan bawah laut. Fenomena ini sejalan dengan urgensi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14: Ekosistem Laut, yang menekankan pentingnya melindungi dan memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Target utama SDG 14 adalah mencegah dan secara signifikan mengurangi segala bentuk polusi laut, khususnya yang bersumber dari aktivitas darat. Karena itu, persoalan sampah laut tidak bisa hanya dilihat dari hilir, membersihkan laut semata, melainkan harus ditangani dari hulunya: perilaku manusia di daratan dan kawasan pesisir.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa meski fasilitas tempat sampah telah disediakan, rendahnya kesadaran dan adab lingkungan masih menjadi persoalan utama. Di area tanggul dan ruang publik pesisir, masih dijumpai sampah yang sengaja dibuang langsung ke laut. Ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur tanpa perubahan perilaku hanya akan menjadi solusi semu.

Arus laut yang kuat membuat sampah dengan cepat menyebar ke seluruh teluk, merusak terumbu karang dan mengancam masa depan perikanan serta pariwisata.

Berangkat dari semangat keberlanjutan SDG 14, saya mengusulkan tiga langkah konkret yang dapat menjadi sinergi antara pemerintah dan masyarakat:

• Pemasangan jaring penyekat sampah di desa-desa pesisir sebagai benteng awal agar sampah domestik tidak langsung masuk ke laut.

• Penyediaan tempat sampah terpilah secara masif di sepanjang tanggul dan titik aktivitas masyarakat.

• Sosialisasi kreatif dan edukatif, khususnya bagi generasi muda dan warga pesisir, tentang dampak sampah terhadap ekosistem laut, perikanan, dan pariwisata.

Menjaga laut tetap bersih bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Ini adalah cerminan adab kita terhadap alam. Orang tua adalah teladan, generasi muda adalah penggerak perubahan.

Jika hari ini kita abai, maka esok kita mewariskan kerusakan. Sebaliknya, jika hari ini kita peduli, kita sedang menanam harapan bagi generasi mendatang.

“Penyediaan fasilitas tanpa dibarengi kesadaran dan adab hanyalah sia-sia. Semua kembali pada etika kita dalam menjaga warisan daerah.”

“Sampah bisa menjadi sahabat jika dikelola dengan bijak, namun ia berubah menjadi musuh yang kejam jika kita mengabaikannya.”

SDG 14 bukan sekadar angka atau target global. Ia adalah panggilan moral dan etika untuk menjaga rumah besar terumbu karang dan kehidupan laut. Sebagai Putri Pariwisata Morowali Utara 2024 dan Puteri Wisata Indonesia 2025, saya berkomitmen untuk mendukung dan mengawal setiap upaya strategis pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan keberlanjutan pariwisata.

Mari kita jadikan laut yang bersih sebagai cermin masyarakat Morowali Utara yang berbudaya, peduli, dan berorientasi pada masa depan. Bersama, kita jaga Teluk Tomori tetap asri, demi pariwisata yang mendunia dan kehidupan yang berkelanjutan.

Salam Pesona Indonesia.
Ivana Berliana
Puteri Wisata Indonesia 2025

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less