Menerka Arah Fauzan Mamala

BERITA MORUT44 views

Morowali Utara – Nama Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP, atau lebih akrab disapa Fauzan Mamala, belakangan ini semakin mencuat ke permukaan. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, sosok muda ini mulai menjadi perbincangan di banyak kalangan. Dari sudut manapun melihatnya, anak muda ini memang menarik untuk dibahas—baik dari sisi olahraga, bisnis, hingga kemungkinan langkah politiknya di masa depan.

Totalitas di Dunia Olahraga

Fauzan dikenal sebagai pecinta motor cross sejak lama. Hobi itu tidak sekadar kesenangan pribadi, tetapi ia wujudkan dalam bentuk dukungan nyata. Melalui Mamala Group, ia menggelontorkan dana hingga miliar rupiah untuk mendukung pembalap lokal tampil di berbagai event besar. Nama Fauzan kerap terdengar di lintasan motor cross dan grasstrack, termasuk saat event besar yang tengah berlangsung di Kabupaten Sigi.

Seorang kerabat dekat menyebut, Fauzan tidak setengah hati. “Kalau sudah bicara olahraga, Ochan (sapaan akrab Fauzan) itu totalitas. Bukan hanya jadi penonton, tapi benar-benar mendukung anak-anak muda berprestasi,” ungkapnya.

Dukungan Fauzan juga tidak terbatas pada motor cross. Olahraga lain seperti badminton pun turut ia support. Hal ini membuat namanya kian dekat dengan komunitas olahraga dan generasi muda di Morowali Utara.

Jiwa Bisnis yang Mandiri

Meski berasal dari keluarga besar Mamala Group yang sudah mengakar di dunia usaha, Fauzan tidak memilih jalan instan. Ia membangun usahanya sendiri dan terjun langsung mengurus manajemen. Bukan tipe “bos muda” yang hanya duduk di balik meja, Fauzan justru kerap terlihat turun ke lapangan, bahkan tidak segan “berlumpur” bersama pekerjanya.

Kedisiplinan dan cara kerjanya membuat Fauzan cukup cepat dikenal sebagai pengusaha muda dengan prospek cerah. Keberhasilannya di dunia bisnis menjadi bukti bahwa ia mampu berdiri di atas kaki sendiri, sekalipun nama besar keluarga menjadi modal awal.

Sopan dan Rendah Hati

Di luar bisnis dan olahraga, sisi lain Fauzan juga tak kalah menarik. Seorang ibu-ibu di Kampung Bugis menyebutnya sebagai anak muda yang sopan dan humoris.

“Ochan itu anak yang sopan sama orang yang lebih tua. Bawaannya dia humoris, jadi dekat dengan semua orang,” ujarnya kepada media ini.

Karakter santun inilah yang membuat Fauzan mudah diterima lintas kalangan, baik anak muda maupun orang tua.

Jejak Keluarga dan Bayangan Politik

Tidak bisa dipungkiri, Fauzan lahir dari keluarga dengan pengaruh kuat di dunia politik Morowali Utara. Ayahnya, Muhlis Dg Mamala, sudah tiga periode duduk di DPRD Morut. Bibinya, Warda Dg Mamala, SE, saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Morut. Sedangkan pamannya, Ahmad Dg Mamala, juga dikenal punya pengaruh besar.

Dengan latar belakang tersebut, Fauzan seolah sedang didorong untuk tampil di panggung politik yang lebih besar, menjadi representasi generasi emas keluarga Mamala.

Namun hingga kini, Fauzan masih enggan berkomentar bila ditanya soal arah politik. “Jangan dulu om” jawabnya singkat ketika disinggung media.

Menerka Arah 2029

Meski memilih bungkam, dinamika politik lokal seakan mulai membuka jalan untuk Fauzan. Jika pada tahun 2029 mendatang sang bibi, Warda Dg Mamala, memutuskan maju dalam Pilkada Morut, maka kursi DPRD yang ia tinggalkan di daerah pemilihan 1 Kecamatan Petasia bersaudara bisa saja menjadi pintu masuk bagi Fauzan.

Skenario ini bukan tidak mungkin, sebab keluarga Mamala selama ini dikenal memiliki basis politik kuat dan jaringan yang solid. Kehadiran Fauzan akan melanjutkan estafet politik sekaligus memberi wajah baru yang lebih muda.

Generasi Baru Morowali Utara

Fauzan Mamala dengan segala kiprah di olahraga, bisnis, dan karakter pribadinya kini menjadi salah satu figur muda yang diperhitungkan. Ia memang belum bicara politik secara terbuka, tetapi arah angin sudah mengarah ke sana.

Pertanyaannya, apakah Fauzan akan menjawab harapan banyak pihak dan benar-benar maju di kancah politik 2029? Atau ia tetap memilih fokus di jalur olahraga dan bisnis yang sudah ia tekuni?

Satu hal yang pasti, generasi emas Mamala Group ini tengah bersiap mengukir jejaknya sendiri.

Komentar