Morowali Utara – Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Morowali Utara (Morut) kembali disorot tajam. Dugaan praktik tidak fair mencuat setelah sejumlah nama yang lolos ternyata berasal dari kalangan yang dinilai memiliki kedekatan dengan pejabat maupun akses khusus.
Salah satu yang ramai dibicarakan adalah istri dari seorang kepala Bank BRI. Informasi yang dihimpun media menyebutkan, ia berhasil lolos sebagai PPPK di salah satu sekolah. Sumber media menyebutkan adanya dugaan faktor kedekatan keluarga di sekolah tersebut yang ikut membantu proses kelolosan berkas.
“Istri oknum kepala Bank BRI lolos di salah satu sekolah karena punya keluarga di sekolah itu. Diduga ada pihak yang membantu meloloskan berkasnya,” ujar salah satu sumber media, Selasa (27/8/2025).
Selain itu, publik juga menyoroti adanya salah satu peserta yang pernah maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi pada pemilu lalu. Berdasarkan informasi, peserta tersebut sebenarnya sudah tidak lagi tercatat sebagai tenaga honorer karena mengundurkan diri saat maju sebagai caleg. Namun demikian, yang bersangkutan justru dinyatakan lolos dalam seleksi PPPK.
Kondisi ini memperkuat dugaan adanya “honorer siluman”, yaitu individu yang tidak pernah mengabdi atau sudah tidak aktif sebagai honorer, namun bisa masuk ke daftar peserta PPPK dengan memanipulasi dokumen.
Saat ini, pihak kepolisian disebut tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah instansi terkait untuk mengusut dugaan manipulasi dokumen seleksi PPPK. Publik mendesak agar pemerintah daerah bersikap transparan dan aparat penegak hukum menindak tegas apabila terbukti ada pelanggaran.
Komentar