MORUT- Persoalan batas lahan milik warga Beteleme antara Tumijan/Merry dan Mercy Nana atau Cici menjadi polemik yang coba di bantu selesaikan oleh sejumlah pihak. Mulai dari mediasi oleh pihak kecamatan, turunnya BPN Morowali Utara dan pemerintah desa Beteleme. Namun dalam proses penyelesaian konflik antara dua warga yang bertetangga ini, juga dicampuri oleh anggota DPRD Morut Henny Humbu.
Bahkan Camat Lembo, Benyamin Hambuako, S.Sos mengaku bingung dimarahi oleh anggota dewan tersebut.
“Sudah itu saya bingung juga pak, beliau telpon ke saya marah-marah dia bilang kita berpihak,”,ujar Camat Lembo (29/8)
Diduga salah satu warga yang berkonflik ini adalah tim sukses dari anggota dewan tersebut. Bahkan pada saat turun melakukan pengukuran lahan yang kabarnya akan membangun Parit. Anggota dewan tersebut bersama konsultan melakukan pengukuran dilahan warga tanpa pamit.
Sikap anggota dewan tersebut sangat disayangkan. Bahkan warga yang dibelanya meninggalkan kantor kecamatan saat mediasi tanpa menghargai pihak kecamatan.
Sementara kepala seksi pemerintahan kecamatan Lembo, Jass Tamalagi yang menyusun keputusan penyelesaian perkara kedua warga ini mengaku sudah berupaya untuk mencari jalan tengah yang baik.
Saat melakukan konfirmasi dengan anggota dewan Heny Humbu pada tanggal 23 juli 2025 lalu terkait keluhan warga. Anggota dewan ini juga berbicara keras ke media. Ketika kami tanyakan mengapa jadi emosi, ia menjawab emosinya kepada warga,
“Sy emosi td sm drng,”tulis Heny Humbu
DPRD Morowali Utara diminta menegur sikap anggotanya yang dinilai arogan dan tidak mengedepankan keteladanan.
Komentar