Perjuangan Indrawati Balirante, Teladan Membangun Kesejahteraan Perempuan

BERITA MORUT182 views

MORUT- Salah satu bentuk kontribusi yang luar biasa adalah ketika perempuan terlibat dalam partai politik, dengan tujuan memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.

Indrawati Balirante atau lebih akrab di sapa mba Iin adalah seorang perempuan di Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah telah melangkah maju untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam dunia politik.

“Saya sejak awal sebelum terlibat di dunia politik saya memang suka membantu masyarakat,” katanya dihubungi, Jumat (22/12/2023).

Jejak Indrawati tercatat sebagai perempuan pemberani yang memilih terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan menjadi contoh bahwa perempuan perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Perempuan pertama dari Partai Perindo di Sulteng yang duduk di bangku DPRD itu awalnya tidak menyadari potensi dan keberanian yang dimilikinya. Namun, melalui pengalaman hidupnya dan ketidakpuasan terhadap ketidaksetaraan gender yang masih melanda masyarakat, dia mulai menyadari panggilan untuk membuat perubahan.

Iin Balirante memahami bahwa kebijakan publik memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari perempuan, ia lalu memutuskan untuk memahami dunia politik.

“Saya memperdalam pengetahuan tentang sistem politik, kebijakan publik, dan isu-isu yang terkait dengan hak-hak perempuan. Tentunya berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan juga,” terangnya.

Keberhasilan perempuan ini bukan hanya dalam pencapaian politiknya, tetapi juga dalam menjadi teladan bagi perempuan lain. Dengan menunjukkan bahwa perempuan dapat memiliki peran signifikan dalam pengambilan keputusan, dia juga memberikan inspirasi kepada generasi berikutnya.

“Perempuan itu harus berani dan perempuan punya hak untuk mengambil keputusan, saya bangga menjadi perempuan yang berdampak bagi masyarakat dan menjadi berkat untuk semua orang,” ungkapnya.

Keberanian Iin Balirante terjun dunia politik diawali tahun 2009. Ia maju sebagai calon legislatif namun belum terpilih.

“Awalnya saya menolak karena saya fokus pada pelayanan di gereja dan merasa politik itu kotor padahal tidak seperti itu,” tutur Iin

Wanita berdarah Jawa itu kemudian memberanikan diri lagi untuk maju ke dua kalinya pada tahun 2014 dan lagi-lagi tak lolos.

Dua kali gagal dalam berkompetisi tak membuat Iin patah semangat. Ia terus berbuat untuk masyarakat dan akhirnya maju lagi pada tahun 2019.

Maju ke tiga kali membuahkan hasil yang baik. Masyarakat mempercayakan Iin Balirante sebagai wakil rakyat di DPRD Morowali Utara.

“Saya gagal tapi hati saya bergejolak dan kembali maju. Saya kerja maksimal untuk masyarakat meski belum lolos dan Puji Tuhan tahun 2019 saya dipilih masyarakat,” cerita Iin.

Sebelum bergabung di partai politik Iin sudah sering membaur dengan masyarakat. Ia banyak mendengar keluh kesah dan cerita para perempuan petani yang hidup di pedesaan.

Karena itulah Iin merasa bahwa dirinya perlu membantu menyuarakan aspirasi para kaum perempuan petani.

“Mereka mengeluhkan soal akses jalan dan hal lainnya sehingga cerita itulah yang memotivasi saya agar bisa membantu mereka. Perlu ada wakil ibu-ibu itu,” tambah Iin.

Latar belakang Iin Balirante mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak perempuan, mulai dari ketidaksetaraan dalam pekerjaan hingga ketidakadilan dalam akses pendidikan.

Ia sadar akan pentingnya pendidikan dalam mengubah nasib perempuan dan anak-anak. Sebagai politisi, ia berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan, memastikan bahwa setiap anak perempuan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa ada diskriminasi.

“Saya fokus pada pendidikan dan kesehatan tetapi arah tujuan saya duduk di bangku legislatif adalah peningkatan ekonomi antara kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan perempuan, kesejahteraan UMKM dan kesejahteraan daerah,” tegas Iin.

Tidak hanya itu dengan kepemimpinan yang tegas, ia mempromosikan kebijakan inklusif dan menyuarakan perlunya pembayaran yang setara untuk pekerjaan yang setara.

Upayanya membuka peluang bagi perempuan untuk terlibat dalam sektor pekerjaan yang sebelumnya dianggap tidak biasa bagi mereka.

“Saya tidak pernah fokus pada apa yang orang katakan tentang saya, intinya saya kerja maksimal untuk masyarakat karena bagi saya politik seperti seni, meskipun berat tetapi ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri jika melihat masyarakat sudah terbantu,” ceritanya.

Peran Iin tidak hanya terbatas pada ruang politik. Ia juga aktif dalam membangun kesadaran masyarakat melalui kampanye edukasi dan program-program sosial.

Tentu saja, perjalanan politik Iin tidak lepas dari tantangan. Ia menghadapi stereotip gender, resistensi terhadap perubahan, dan tekanan politik. Namun, dengan tekad yang tak kenal lelah, Iin berhasil mencapai beberapa prestasi signifikan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.

“Saya tidak takut dengan tatantang. Perempuan bukan wanita lemah dan perempuan harus bisa, intinya bekerja dengan tulus dan mengandalkan Tuhan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Bagi Iin, peran seorang perempuan dalam partai politik untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan, keberanian, dan dedikasi.

Iin bersama dengan banyak perempuan lainnya di seluruh dunia, terus memainkan peran kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua.

Perjalanan ini adalah inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi hak-hak yang setara dan kesejahteraan bersama.

“Banyak bersyukur karena Tuhan percayakan di posisi ini dan bisa menjadi Berkat untuk semua orang. Saya kerja semaksimal mungkin untuk masyarakat,” tutup Iin

Komentar