Soal Jalan Houling PT. Fadlan Mulia Jaya,  PT. CBP: TIdak Ada Niat Halangi Warga Pemalangan Untuk Perusahaan 

BERITA MORUT129 views

MOROWALI- Salah satu perusahaan tambang yang bertempat di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, yakni PT. Cetara Bangun Persada (CBP), saat ini sedang bermasalah dengan PT. Fadlan Mulia Jaya (FMJ).

Permasalahan kedua belah pihak ini dipicu persoalan akses jalan. Warga setempat menganggap bahwa PT. CBP sengaja melarang PT. FMJ untuk melakukan kegiatan houling yg berdampak pada pendapatan masyarakat setempat. Pasalnya, saat ini PT. CBP telah melakukan pembuatan portal di lokasi lahan yang digunakan PT. FMJ sebagai jalur houling  dari IUP OP PT FMJ ke stockpile yang berada di wilayah IUP OP PT. CBP.

Menanggapi tuduhan warga, Direktur Utama PT. CBP Hartoyo Nugroho Adi mengungkapkan bahwa penutupan portal di Jalan tersebut dilakukan bukan untuk menghalangi pendapatan warga dari kegiatan PT. FMJ.

“Kami tidak memiliki niat untuk menghalangi warga untuk dapat menggunakan jalan untuk kepentingan warga ataupun menghambat pendapatan warga setempat. Namun, sesuai dengan

peraturan perudang-undangan yang berlaku perihal jalan yang digunakan untuk kegiatan tambang, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan

Batubara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara, maka PT. CBP merasa perlu

melakukan hal-hal yang dipandang penting terutama untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang telah diatur pula dalam Undang-Undang dimaksud,” ungkap Dirut PT. CBP saat dikonfirmasi Jumat (1/12/2023).

Menurutnya, PT CBP selaku pemilik IUP wajib menjaga keselamatan semua pihak, termasuk warga yang melintas di lahan yang saat ini masih dalam penutupan portal. Sebab, Jalan tersebut juga digunakan salah satu perusahaan tambang nikel bernama PT. Fadlan Mulia Jaya (FJM) untuk houling.

“Saat ini PT. Fadlan Mulia Jaya telah menggunakan jalan untuk keperluan tambang didalam IUP PT. CBP dengan tanpa persetujuan pemilik IUP yg sah yaitu PT. CBP. Selama ini PT. CBP tidak pernah melarang pihak PT. FMJ untuk menggunakan area tambang PT. CBP, asalkan PT FMJ dapat memenuhi poin-poin yg menjadi beban dan tanggung jawab PT. CBP. Sampai dengan saat ini PT. CBP masih  menunggu itikad baik dari PT FMJ,” tuturnya.

Dari awal waktu menggunakan jalan houling hingga kini, PT FMJ sama sekali tidak menunjukkan itikad baiknya untuk meminta ijin dari pemilik IUP, yaitu PT. CBP. Oleh sebab itu PT CBP melakukan tindakan pengamanan jalan houling yang selama ini digunakan oleh pihak PT. FMJ.

“Pembuatan portal di jalan ini tidak berlaku untuk masyarakat, mereka tetap bisa melintas di jalan tersebut. Masyarakat menganggap PT. CBP sengaja melarang atau menghalangi untuk melintas di Jalan yang dipalang itu, karena perbuatan pihak PT. FMJ. Mereka sengaja membenturkan PT. CBP dengan masyarakat bertujuan untuk kepentingan PT. FMJ. Satu hal yang perlu diingat bahwa kami PT. CBP selaku pemilik IUP bertanggung jawab atas kewajiban administrasi dan finansial terhadap semua aktifitas kegiatan penambangan didalam IUP kami,” tegasnya .

Meskipun saat ini PT CBP masih melakukan penutupan portal, Hartoyo menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu niat baik dari pihak PT. FMJ untuk melakukan pembicaraan guna mencari solusi atas permasalahan ini.

“Selama belum ada pembahasan mengenai solusi dari permasalahan dengan pihak PT. FMJ, maka penutupan portal akan tetap kami

lakukan, karena hal ini mutlak menjadi hak dan kewenangan kami sebagai pemilik IUP,” tutupnya.

Komentar