Anleg Epafras Sambongi Rela tidak Pasang Baliho Demi Perbaiki Jembatan Wawopada.

BERITA MORUT537 views

MORUT- Epafras Sambongi, anggota DPRD Morowali Utara periode 2019-2024 dari PKB ini memilih gelontorkan dana pribadi untuk perbaiki jembatan gantung akses warga, dari pada pasang baliho dirinya.

Jembatan Gantung Panapa perkebunan Ara’u sepanjang 52 meter adalah akses sekitar 40 KK warga desa Wawopada kecamatan Lembo menuju perkebunan.

Foto: Kayu untuk perbaikan jembatan

Jembatan gantung ini sudah di usulkan dalam anggaran perubahan tahun 2023 oleh pemdes Wawopada, dengan proposal warga senilai 50 juta, namun belum bisa tercover.

“Kami sudah usulkan proposal jembatan gantung ini yang jadi satu-satunya akses sekitar 40 warga, tapi tidak tercover. Karna kami usulkan lewat Pak Epa, beliau terbeban dengan kondisi warga maka inisiatif menggunakan dana pribadi. Kami ucapkan Terima kasih,” ujar Kades Yopin Lagandesa (28/11)

Secara terpisah Anleg Epafras Sambongi menceritakan kesedihannya atas keluhan warga ini. Maka ia memilih memperbaiki jembatan ini dari pada memasang baliho.

“Saya memilih tidak pasang baliho lagi karna cukup besar anggarannya. Minimal 1 baliho per desa. Dapil 3 ada 46 desa x 500 ribu per baliho, apalagi 2 baliho per desa. Cukup besar anggaran. Lebih baik saya pakai membantu warga perbaiki jembatan gantung ini. Sebenarnya saya menangis juga dalam hati, mana saya mau pilih baliho juga penting untuk saya ,tapi kalau ada warga yang jatuh…gara-gara jembatan sudah rusak,”ujarnya

Terobosan Epafras Sambongi yang memilih membantu perbaikan jembatan dari pada pasang baliho adalah langkah nyata perbuatan dan wujud kepeduliaannya.

Mungkin saja di masa kampanye sejak hari ini 28 November 2023. Baliho Epafras Sambongi terlihat jarang dan bisa saja ” tenggelam” dari baliho para caleg. Namun ada sejumlah petani di Wawopada merasakan manfaat perbaikan jembatan gantung dari terobosanya.

Di penghujung wawancara dengan media ini, Epafras berucap kalau masih ada baliho yang terpasang, itu adalah yang di pasang oleh warga sendiri tanpa ia perintahkan. Sebab diketahui relawan Epafras bahkan para ibu-ibu menertibkan sendiri baliho Epafras saat masa penertiban alat peraga kampaye para caleg oleh Bawaslu Morut.

Komentar