Ketua Bawaslu Morut Terima Laporan ASN ‘Nakal’ terlibat Politik.

MORUT- Bawaslu Kabupaten Morowali Utara (Morut) gelar sosialisasi Pengawasan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 di Cafe Nayla Kolonodale, jumat, 27 Oktober 2023.

Dalam sosialisasi ini hadir kepala OPD di antaranya Kadis PMD, Kadis Nakertrans, Assisten 1 dan sejumlah perwakilan OPD.

Ketua Bawaslu Kabupaten Morowali Utara John Libertus Lakawa mengaku sudah menerima laporan soal ASN yang nakal,

“Saya sudah berapa kali laporan ini, ada ASN yang nakal…Ba posting di balihonya salah satu calon,, ba foto posting, saya kasih diam,, habis itu ada kegiatan ikut, pake lagi bajunya caleg. Saya pigi cari di kantornya saya tidak dapat,, saya dapat ketiga kalinya saya sudah tidak pigi cari lagi. Karna kapan kami Bawaslu sudah melayangkan surat berarti proses penanganan itu sudah jalan,”tegas ketua Bawaslu Morut

Sementara komisioner Bawaslu Morut Yusri Ibrahim mengingatkan ASN untuk tidak berfoto selfie dengan Caleg.

“Biasanya ASN melakukan pelanggaran tanpa sadar. Misalkan ada hajatan keluarga,, ada pertemuan keluarga,, atau ada kedukaan, kemudian dia duduk berdekatan dengan caleg,,ada yang foto atau dia selfie kemudian posting,” ujar Yusri

Yusri juga mengingatkan kepala OPD menjaga netralitas dalam Pemilu 2024 mendatang.

Sementara komisioner Bawaslu Morut Jasman Lamole merinci proses tahapan pemilu yang semakin dekat,

“Sebentar kita akan berpacu dengan sosialisasi netralitas ASN yang kita selenggarakan hari ini. Perlu kita ketahui bersama bahwa, Pemilihan umum itu tinggal 110 hari lagi, hari rabu tanggal 14 Februari 2024. Kita akan memilih Presiden dan wakil presiden, kita akan memilih DPD RI, kita akan memilih DPR RI, kita akan memilih DPRD Propinsi, kita akan memilih DPRD Kabupaten/kota. Dalam tahun yang sama sesuai dengan rencana awal bahwa pada hari Rabu, tanggal 27 November 2024 kita akan memilih Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil bupati dan atau Walikota dan wakil wali kota. Jika tidak arang melintang Sekarang sementara di godok undang-undangnya akan di majukan terkait dengan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil bupati dan atau Wali Kota dan wakil walikota itu akan kita laksanakan di bulan September tahun 2024,”ujar Jasman Lamole

Ia juga menambahkan terkait masa kerja Bupati jika Pilkada dilaksanakan bulan September 2024.

“Kami dapat menyampaikan lewat kesempatan ini bahwa, apabila pemilihan Bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota, Gubernur dan wakil gubernur akan dilaksanakan di bulan September, maka secara peraturan Bupati itu akan berhenti batas waktunya sampai dengan bulan April 2024, selebihnya itu tidak ada aturan lagi. Itu harus kita awasi,” tegas Jasman Lamole.

Yang dimaksud dengan asas netralitas adalah bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

Komentar