oleh

Jurnalis dalam Pusaran Kekuasaan.

OPINI- Sebagai jurnalis di kabupaten Morowali Utara, daerah tempat lahir saya, maka saya punya tanggung jawab moral, untuk menjaga daerah, membuat perubahan yang di mulai dari diri saya, dan tulisan saya, yang mendorong keterbukaan informasi.

Lewat tulisannya, jurnalis berperan penting dalam mendorong transparansi sekaligus menjadi mata dan telinga rakyat. Sebab, praktik kekuasaan di negara demokrasi kerap terjebak dalam keinginan mempertahankan status quo. Sehingga peran jurnalis menjadi sangat sentral dalam menyampaikan kontrol.

Terlahir di desa Sampalowo, saya sangat mencintai daerah saya. Sampai saya dan beberapa kawan berkomitmen membangun media online Beritamorut.com. Dan saat ini sudah ada media online Morutpos.com serta terbaru tabloid Morut Pos. Menjaga identitas melalui nama media kami.

Dalam setiap tulisan kami, sejumlah kritikan terhadap kebijakan pemerintahan terus kami suarakan. Dengan harapan, agar yang salah menjadi terang dan di perbaiki.

Salah satu sorotan yang kami lakukan kurang lebih 2 tahun, adalah kasus Pesanggrahan. Proyek gagal fungsi ini terkesan di diamkan, dan tidak di publikasi oleh jurnalis. Proyek milyaran ini pun akhirnya menemui titik terang. Sampai akhirnya 3 orang oknum ASN Pemda Morut dan 2 orang rekanan harus mendekam dalam tahanan.

Pentingnya menyampaikan fakta yang sebenarnya ada di masyarakat. Menjadi tanggung jawab kita anak daerah yang memilih jadi jurnalis.

Sayangnya, saya melihat di daerah saya, jurnalis ikut terpolarisasi dalam lingkaran kekuasaan, maka publik kehilangan wadah paling potensial. Akibatnya, produk dari para kawan-kawan bahkan mohon maaf,, para senior saya, tidak bisa menggambarkan realita sosial secara obyektif. Yang terjadi justru framing terhadap berita, karena terjebak dengan kepentingan politik penguasa.

Kapan yang keliru, di perbaiki, yang salah menjadi benar, yang melanggar diberikan sanksi secara tegas. Jika kita terus menerus membuat framing, sehingga ada fakta yang penting di ketahui publik tetapi dibuang.

Morowali Utara itu harus dibenahi, dan jurnalis adalah bagian penting yang memiliki peran besar dalam menyampaikan fakta secara lengkap, bukan hanya dari sudut pandang kepentingan.

Penulis: Hendly Mangkali

Komentar

News Feed