oleh

Dugaan Bagi-bagi Cuan untuk Puan dan Tuan di RDP.

Foto saat RDP

MOROWALI UTARA- Dugaan cuan yang mengalir untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara saat Rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT. GNI, hari jumat 20 Januari 2023 jadi pembicaraan yang hangat.

Hangatnya dugaan bagi-bagi cuan usai RDP ini bahkan sampai ke sejumlah tongkrongan di kota Kolonodale. Di warkop isu ini menjadi topik hangat, sehangat kopi pagi yang bisa di nikmati oleh para pencintanya.

Seperti pahitnya kopi,, rasa itu yang mungkin tengah menyelimuti lembaga legislator terhormat. Isu itu seakan tidak bisa di tepis, menghempas kepercayaan publik akan pengawasan para wakil rakyat.

Sumber media ini sebelumnya menyebut dugaan bagi cuan ini setelah selesai RDP

“Pokoknya diberikan 5 juta per orang, ada yang 3 juta dikasih. Ada yang mengembalikan, ada yang langsung menolak,” kata sumber terpercaya media ini (30/1)

Ketua Badan Kehormatan DPRD Morut Epafras Sambongi yang kami konfirmasi lewat whatsapp bersikeras menepis tudingan miring kepada lembaganya,

“Tdk ada pa.Hendly..yg sy tau.yg pasti DPRD.SELALU KOMITMEN untuk membela hak2 TKI.dan Kep.Daerah kita. bahkan sy pribadi blum perna sy ke GNI. Coba Liat stetmen ANGGOTA DPR.TDK ADA YG BELA TKA.Bukan berarti DPR.MENOLAK INVESTASI, KMI HANYA FUNGSI PENGAWASAN DAN REKOMENDASI KE .PEMETINTAH DAERAH,HARUSX klo Pemerintah cepat tanggap dan serius tangani tuntutan karyawan pasti tdk terjadi kekacauan. Contoh persoalan Karyawan Yg ke morosi klo bukan DPR.Mana tuntas.kalau mau harap Eksekutif, jdi DPR.Cukup serius kalau bicara soal GNI,”tulis Epafras (30/1)

Walaupun di sisi lain, Ketua komisi II DPRD Morut Ikhtiarsyah mengakui mendengar isu tersebut,

“Sy juga dgr seperti itu, cmn perlu di pastikan lagi. Persoalan ini akan dipastikan lagi dlm forum internal DPRD. Sy sdh usulkan sama pimpinan untuk menggapi isu beredarnya uang untuk dibuat rapat internal DPRD biar jelas & kita bisa saling mengingatkan bila hal itu benar,”tulis Tiar sapaan akrab kader PKB ini (30/1)

Media ini pun menjadwalkan akan bertemu dengan salah satu anggota DPRD Morut dari Fraksi merah putih, Helen. Dimana diketahui dalam RDP tersebut anggota DPRD Morut partai Gerindra ini menyatakan walk out.

Helen yang walk out dari ruang rapat, hampir bisa di pastikan tidak ikut dalam dugaan bagi-bagi cuan tersebut.

Sejumlah anggota DPRD Morut jelas sudah mengetahui ramainya isu tersebut. Suara para wakil rakyat yang keras mencecar managemen PT. GNI tiba-tiba hilang bak ditelan bumi, dan memilih diam saat media mengkonfirmasi dugaan bagi-bagi cuan.

Mungkin masih ingat salah satu kalimat yang terlontar dari legislator, mereka meminta pihak PT. GNI untuk terbuka. Kini senjata itu seakan berbalik arah.**

Komentar

News Feed