Pertamina Dinilai Tidak Tegas, Kapolres Morowali Diminta Tindak Oknum Petugas Yang Menampung BBM

BERITA MORUT1,303 views

MOROWALI- Sekretris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Sek HIPMI) Morowali, Jumadin Tararopo menyahuti isu persoalan BBM yang viral di Group WhatsApp, tidak hanya itu persoalan BBM di Morowali kembali marak terjadi pasalnya praktek ilegal yang terjadi di SPBU akhir-akhir ini dinilai lantaran pengaruh naiknya semua jenis BBM sehingga banyak praktek transksi ilegal terjadi tambah lagi diduga kegiatan itu di bekingi oknum petugas

“Kejadian di SPBU yang sistem oprasionalnya APMS manual tanpa pompa, sangat besar potensi terjadi praktek ilegal, apalagi lokasinya itu dikampung sana, terlihat juga tempat pengisiannya itu kan tertutup dibagian belakang, dan seharusnya kondisi Morowali saat ini tidak ada lagi kegiatan manual APMS, sedangkan di SPBU yang sudah SOP masi terjadi kecurangan. Pertamina seharunya cabut izinnya sudah berpa kali kejadian disana itu” Ucapanya.

Jumadin Juga mengakatakan jika banyak orang Morowali bisa membangun SPBU namun terkendala persoalan membuat perizinannya, namun bagi pengusaha yang sudah dapat izin agar dimanfaatkan dengan baik, jangan mengambil kesempatan sehingga merugikan masyarakat dan malah dinilai menjadi modus kecurangan sehingga menuai persoalan dan keributuan bahkan oknum petugas dimanfaatkan ikut bermain, Polres Morowali harus tegas.

“hanya kan izinnya yang susah dibuat jadi teman pengusaha ini sulit membangun, jadi tidak adalagi alasan APMS itu ada, pertamina cabut saja izinnya, berikan kepada orang-orang yang serius, pertamina kurang tegas. Tambah lagi itu jelas dibilang milik petugas yang jeriken itu, kan miris. Polres Morowali dalam hal ini satreskrim harusnya gaspol pemilik APMS tutup saja kegiatan disana. itu petugas-petugas yang tampung bbm, saya dengar juga ada oknum terkenal sebagai penampung dan aktifitasnya mereka diketahui publik mungkin teman-teman Polres tidak enakan karna mereka petugas, kalau bisa pak Kapolres dan Kasat Gaspol itu kegiatan mereka” Ujar Jumadin Sek HIPMI Morowali.

Sebelumnya Viral di Group WhatsApp Video seorang ibu marah-marah, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih berbentuk Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Desa Bahomotefe Kabupaten Morowali, kemarahan ibu itu diduga karena dirinya tidak mendapatkan BBM, untuk mengisi kendaraan roda 4, dia mengakatakan

“Ini hee, didalam Mobil apa maksudnya ini haa, cuman 10 Ltr, tidak ada itu satu mobil apa maksudnya itu” Ucapnya.

Didalam Video berdurasi 54 detik itu juga terlihat seorang pria menyahuti kemarahan ibu tersebut, ia mengarahkan untuk berbicara dengan petugas sebab tumpukan jeriken BBM didalam mobil itu milik petugas,  namun ia terus mengeluarkan suara lantang dengan mangatakan petugas apa, sembari memberikan keyakinan kepada orang-orang yang ada dilokasi pengisian dengan memperlihatkan kunci dan kendaraan yang ia bawa

“Petugas apa saya hanya minta 10ltr, untuk isi mobil coba mari liat kunciku, ini mobilku. Eror ini mobil tidak bisa jalan, saya bertetangga dengan pertamina” ujarnya dengan penuh emosi.

Media ini mendapatkan informasi jika SPBU berbentuk APMS itu sudah lama beroprasi di Morowali, menurut masyarakat Bahometefe SPBU itu berjalan sudah bertahun-tahun, masih berstatus izin sebagai APMS sampai infonya pihak pertamina sudah mengeluarkan izin kenaikan status tempat pengisian tersebut menjadi SPBU.

Menurut sumber tidak ingin disebutkan namanya jika pemiliknya sempat diberikan teguran dan peringatan dari pihak pertamina sebab hingga saat ini SPBU itu takunjung dibangun, sebab pihak pertamina sudah tidak mengeluarkan izin APMS namun tipe pengisiannya seharusnya sudah berbentuk izin SPBU bahkan menurut sumber pihak pertamina memberikan kesempatan membangun SPBU sembari beroprasi dengan sistem APMS

“Coba lihat dilokasi APMS itu, perlengakapan material pembangunan SPBU kan sudah ada, itu sudah bertahun-tahun terlihat disitu itu, dan sekitar sehatun lalu APMS itu dapat warning dari prtamina soal izinnya, kan itu izinnya sudah seharusnya jenis Izin SPBU bukan lagi APMS, dan diberikan lagi kesempatan untuk beropasi dengan sistem manual, tapi sampai sekarng nda terlihat pembangunan, terlihat seprti modus saja” ujarnya.**

Komentar