Ada “tuyul” dalam perayaan HUT Kecamatan Petasia Barat

BERITA MORUT938 views
illustrasi gambar tuyul

MOROWALI UTARA- Ada “tuyul” dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Petasia Barat yang ke-9. Analogi tuyul kami gunakan, untuk menyampaikan fakta Terkait tidak jelasnya kemana anggaran kegiatan perayaan HUT Kecamatan tersebut.

Pasalnya sejak kegiatan ditutup Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) tanggal 25 September 2022, sekaligus menyerahkan hadiah secara simbolis kepada pemenang berbagai lomba, justru muncul berbagai pertanyaan warga. Yang sampai hari senin 03 oktober 2022 belum menerima hadiah.

Apalagi salah satu tokoh muda yang berasal dari Petasia Barat Dr. Mardiman Sane, SH,. MH memberikan kontribusi dana sebesar 10 juta yang diakui oleh Camat Petasia Barat Sat Yun Man Lauo kepada media ini.

Fakta ini membuat media ini mencoba melakukan konfirmasi, berapa besar anggaran yang ada untuk perayaan HUT Kecamatan Petasia Barat.

Dari 10 desa yang ada di kecamatan Petasia Barat. Ini kontribusi rata-rata yang berhasil dihimpun redaksi:

• Kontribusi masing-masing desa Rp. 2.500.000 x 10 = 25.000.000 ini bersumber dari dana desa masing-masing.

• Kontribusi kepala desa masing-masing Rp. 250.000 x 10 = 2.500.000

• Kontribusi perangkat desa masing-masing Rp. 100.000 x 12 orang (Rata-rata jumlah perangkat masing-masing desa) x 10 = 12.000.000

• Kontribusi kepala sekolah SMP se Kecamatan Petasia Barat Rp. 50.000/orang
dan kontribusi guru-guru Rp. 25.000/orang.

• Kontribusi perusahaan yang tidak bisa di pastikan nilainya.

• Kontribusi DR. Mardiman Sane, SH,. MH Rp. 10.000.000

Bila di total keseluruhan anggaran kegiatan tersebut diatas paling sedikit 50 juta.

Anehnya, muncul dugaan anggaran yang tidak tersedia sehingga hadiah uang tunai untuk para juara belum diserahkan.

Camat Petasia Barat Sat Yun Man Lauo adalah pejabat yang harusnya paling bertanggung jawab atas pelaksanaan HUT Kecamatan Petasia Barat ini.

Inspektorat diharapkan dapat mengusut penggunaan anggaran kegiatan HUT Kecamatan, karena didalamnya termasuk penggunaan anggaran dana desa.

Berulang kali dikonfirmasi media, Camat Petasia Barat terkesan memberikan alasan yang tidak jelas atas perayaan HUT Kecamatan Petasia Barat.

“Saya di jalan ini baru selesai rapat, barusan ditelpon mau ketemu dulu kami. Itu yang Saya… Sampai jam hari ini, Saya belum tau kendalanya apa,” ujar Camat Petasia Barat saat dikonfirmasi via sambungan telpon (3/10)

Munculnya persoalan dalam perayaan-perayaan Hari Ulang Tahun Kecamatan di Morowali Utara. Salah satu faktornya karena berbagai pihak enggan melibatkan media dalam mengawal kegiatan. Bahkan sejumlah oknum pejabat terkesan alergi dan menyebut tidak etis mempublikasikan anggaran. Padahal dari situlah transparansi sebuah kegiatan dapat di pastikan.**

Komentar