oleh

Layakkah Oknum Calon Kades Arogan, Pimpin Koromatantu?

Foto kandidat Kades Koromatantu/Sumber: Juti Harsen

MOROWALI UTARA- Sejumlah tudingan miring menerpa kepemimpinan Juti Harsen saat menjabat Kepala Desa (Kades) Koromatantu kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara (Morut). Dan waktu juga yang akhirnya menepis semua tudingan itu.

Tanggal 31 Januari 2022 masyarakat Desa Koromatantu mengikuti rapat penting di desa, membahas soal penjualan 24 hektar lahan oleh kelompok tani Uramami kepada salah satu perusahaan tambang. Saat pertemuan tersebut Kades Juti Harsen pun membeberkan soal penjualan lahan, dan menyampaikan secara terbuka kepada warga.

Rumor bahwa Kades Juti Harsen mendapat bagian dalam penjualan tersebut terus dihembuskan oknum tertentu, bahkan kabar Kades akan di laporkan ke penegak hukum pun sampai kepada Redaksi kami.

Gelombang protes terhadap kepemimpinan Juti Harsen kembali dilakukan, sejumlah warga desa Koromatantu bertemu Bupati Morut Delis Julkarson Hehi pada Hari Selasa 5 April 2022, meminta Bupati mencopot Juti Harsen dari jabatan Kades karena persoalan penjualan lahan tersebut.

Sikap Kades Koromatantu Juti Harsen selalu terbuka dan menerima konfirmasi jurnalis termasuk media ini, saat berbagai tudingan miring menerpanya.

Salah satu warga yang paling ngotot memprotes kepemimpinan Juti Harsen, kini maju menjadi calon kepala desa Koromatantu.

Dan hingga saat ini, tudingan terhadap Juti Harsen tidak terbukti. Bahkan rumor akan melaporkan hal tersebut ke aparat penegak hukum hanya gertakan sambal oknum yang arogan. Dalam catatan kami sebagai jurnalis salah satu oknum yang maju dalam Pilkades Koromatantu arogan dalam menyikapi persoalan.

Fakta ini menunjukan, bahwa tudingan terhadap Juti Harsen dilakukan untuk mematahkan kepercayaan masyarakat yang masih mendukungnya.

Bahkan ketika media ini melakukan wawancara dengan Juti Harsen, ia menyatakan optimis dan menyampaikan keberhasilannya,

“Ya Insha Allah optimis pak. Dibidang kesehatan sanitasi lingkungan yang bisa saya andalkan. Pembangunan septictank komunal yang sudah dibuat, ada 10 septictank yang dibangun, 1 septictank bisa digunakan 5 KK,” ujar Juti Harsen kepada media ini (20/6)**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed