oleh

Jerigen di SPBU Korololama, Kolonodale dan Beteleme Milik Petani dan Nelayan

KOLONODALE- Antrian masyarakat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Morowali Utara akhir-akhir ini sangat meningkat, khususnya masyarakat Petani dan Nelayan yang mengantri menyertakan jerigen.

Para petani dan nelayan diwilayah setempat meminta pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam mengakses BBM bersubidi. Sejauh ini, petani dan nelayan mengaku kesulitan memperoleh BBM bersubsidi meskipun digunakan sebagai kebutuhan produksi komoditas pangan.

Salah seorang nelayan di SPBU Kolonodale Ambo mengungkapkan, kesulitan nelayan yang sudah menahun dialami soal sulitnya memperoleh BBM solar dan pertalite di SPBU. Lumbung-lumbung pangan terdapat di perdesaan, sementara penyalur resmi solar berlokasi di pusat ibukota Kabupaten.

“Jadi kalau kami terlihat mengantri di SPBU bukan hal yang biasa lagi, sebab kami dari Desa apalagi yang dari seberang lautan terkumpul disini untuk mendapatkan BBM tentunya akan membludak yang mengantri pak,” jelasnya Jumat (17/6/2022).

Sementara itu seorang petani Ede mengatakan bagi para petani yang memiliki traktor tentunya juga kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi di penyalur resmi. Hal itu pun kerap kali disiasati dengan membeli secara diam-diam di SPBU umum dengan jeriken. VAN

KOLONODALE- Antrian masyarakat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Morowali Utara akhir-akhir ini sangat meningkat, khususnya masyarakat Petani dan Nelayan yang mengantri menyertakan jerigen.

Para petani dan nelayan diwilayah setempat meminta pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam mengakses BBM bersubidi. Sejauh ini, petani dan nelayan mengaku kesulitan memperoleh BBM bersubsidi meskipun digunakan sebagai kebutuhan produksi komoditas pangan.

Salah seorang nelayan di SPBU Kolonodale Ambo mengungkapkan, kesulitan nelayan yang sudah menahun dialami soal sulitnya memperoleh BBM solar dan pertalite di SPBU. Lumbung-lumbung pangan terdapat di perdesaan, sementara penyalur resmi solar berlokasi di pusat ibukota Kabupaten.

“Jadi kalau kami terlihat mengantri di SPBU bukan hal yang biasa lagi, sebab kami dari Desa apalagi yang dari seberang lautan terkumpul disini untuk mendapatkan BBM tentunya akan membludak yang mengantri pak,” jelasnya Jumat (17/6/2022).

Sementara itu seorang petani Ede mengatakan bagi para petani yang memiliki traktor tentunya juga kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi di penyalur resmi. Hal itu pun kerap kali disiasati dengan membeli secara diam-diam di SPBU umum dengan jeriken. VAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed