oleh

OPINI: MASYARAKAT DIPERTONTONKAN DEKADENSI MORAL WAKIL RAKYAT

OPINI: MASYARAKAT DIPERTONTONKAN DEKADENSI MORAL WAKIL RAKYAT

Penulis: Hendly Mangkali

 

Foto illustrasi

Mereka yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut), adalah orang-orang terpilih dan selalu disebut terhormat.

Mereka memiliki tanggung jawab moral, dan sumpah jabatan, untuk menjaga kehormatan dan amanah yang diberikan, menjadi teladan dan penyambung suara rakyat.

Akhir-akhir ini Moralitas dan etika wakil rakyat menjadi sorotan. Media kami merelease sejumlah fakta, dimana oknum-oknum anggota DPRD Morut mengabaikan aturan yang berlaku, bahkan mengabaikan moral yang harusnya jadi landasan dalam bersikap. Meskipun kita ketahui juga, sebagian wakil rakyat tetap bekerja dan menjaga marwah lembaganya.

Sejumlah Proyek Pokok Pikiran (POKIR), oknum anggota DPRD Morut bahkan menjadi focus aparat penegak hukum, selain dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sejumlah proyek dikerjakan asal jadi. Tentu proyek POKIR yang bermasalah, juga adalah tanggung jawab oknum wakil rakyat. Mulai POKIR tanpa kontrak, POKIR bermasalah, bahkan POKIR yang membeli barang bekas untuk rakyat. Betapa rendahnya standar moral yang di miliki wakil rakyat yang melakukan hal tersebut.

Belum usai kami mengawal soal POKIR yang memprihatinkan. Selasa malam tanggal 14 Juni 2022, pesan whatsapp (WA) di Handphone saya masuk,,berisi screenshot percakapan WA mesum oknum wakil rakyat DPRD Morut, dengan salah seorang wanita. Bahkan tampak foto oknum wakil rakyat tersebut. Saya mencocokan nomor dalam screenshot dan daftar kontak Saya, dan hasil konfirmasi dengan oknum anggota DPRD tersebut, dirinya merasa di jebak dan hendak di peras,,, namun rangkaian kalimatnya dalam pesan WA jelas bernada ajakan mesum. Sungguh Miris.

Rabu 15 Juni 2022 Sekitar pukul 01.31 wita dini hari, Saya mengirim pesan kepada Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Morut Epafras Sambongi, SH dengan harapan, segera menyikapi potret yang memprihatinkan oknum wakil rakyat.

Sampai hari ini sejumlah permasalahan di daerah seperti listrik terus jadi keluhan, masyarakat berteriak di sosial media, namun wakilnya sibuk dengan Chat mesum dan urusan proyek.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed