Proyek Asal Jadi Tanggul Sungai Korololama, POKIR Anggota DPRD Morut Asal PDIP

BERITA MORUT2,918 views

Proyek Tanggul sungai Korololama
MOROWALI UTARA- Proyek Tanggul sungai Korololama yang merupakan Pokok Pikiran (POKIR) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Syahrudin Mustafa, SE dilaksanakan tanpa kontrak.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morut, Kartiyanis Lakawa yang dikonfirmasi media ini mengatakan proyek ini tidak ada kontraknya,

“Proyek Korololama ini tidak ada kontraknya di kantor. Proyek ini nanti di Triwulan IV,” ujar Kadis

Kadis Nakertrans yang baru saja dilantik Bupati Morut ini mengarahkan kami untuk konfirmasi dengan PPK dan pejabat pengadaan.

PPK proyek Tanggul Sungai Korololama Syarif Kamaluddin yang dikonfirmasi mengatakan bahwa kontrak proyek tersebut di simpan kontraktor,

“Kalau memang belum ada di kantor masih sama kontraktornya berarti yang pegang. Tidak ada yang berani kerja tanpa kontrak sekarang pak, repot itu persoalan. Nanti saya tegur kontraktornya kalau belum di pasang papan proyek,” ujar PPK Proyek via sambungan telpon

Ketika ditanyakan apakah proyek tersebut adalah POKIR,

“Haji Dingke itu… “ujar PPK

Sekertaris Nakertrans Morut Muh. Suting yang saat itu menjabat Pelaksana tugas mengatakan tidak tau soal itu,

” Saya tidak tau itu, saya memang waktu itu Plt, tapi saya tidak ijinkan untuk dikerja itu. Karena itukan TW IV,” ujar Sekertaris Nakertrans

Pejabat pengadaan Nakertrans Morut Nomensen Diwonda mengaku tidak pernah memproses kontrak proyek tersebut,

“Belum pernah saya proses, karena itu TW IV. Belum ada saya tanda tangan, belum pernah saya tayang,” ujar Nomensen tegas soal proyek tersebut.

Anggota DPRD Morut Syahrudin Mustafa, SE yang sejak semalam dikonfirmasi Redaksi via pesan whatsapp, membaca pesan tetapi tidak memberi respon.

Proyek ini jadi keluhan warga, selain tidak ada papan proyek terpasang. Tidak ada galian pondasi tanggul tersebut dan terkesan dikerjakan asal-asalan.**

Komentar