oleh

PERUSAHAAN TAMBANG “NAKAL” DI USIA 8 TAHUN MORUT

OPINI: Morowali Utara merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Morowalii yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 12 April 2013 di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB).

Kabupaten Morowali Utara mempunyai luas Daerah 10.004,28 km2, terdiri atas 10 Kecamatan, 3 Kelurahan dan 123 Desa. Dengan total penduduk mencapai 128.323 jiwa, yang mempunyai beragam Suku, Agama dan Ras.

Morowali Utara, pada tanggal 23 Oktober akan ber’umur 8 tahun. Umur yang masih sangat muda bagi suatu Kabupaten untuk tahap pembangunan dll. Saya Moh. Zhulfikar Ismail melihat ada beberapa potensi yang sangat luar biasa di Kabupaten tercinta kita, salah satunya potensi Sumber Daya Alam (SDA) di bidang pertambangan yang kita miliki.

tetapi memang belum di kelola dengan maksimal. Apabila kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), di Morut salah dikelola maka hasilnya tidak akan memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Saya Moh. Zhulfikar Ismail sebagai Mahasiswa Morowali Utara yang kuliah di Makassar, sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah melalui Bupati, dan DPRD Kabupaten Morowali Utara sebagai Anggota Legislatif. Meminta agar memaksimalkan potensi SDA yang ada di Daerah kita.

Beberapa minggu lalu saya membaca sebuah berita tentang *nasib para pekerja asal Morut di Morosi* melalui Media Online BERITAMORUT.COM, “Pekan lalu, saya sudah meninjau langsung ke Morosi. Wakil Direktur dan HRD PT VDNI menyebut tenaga kerja asal Morowali Utara bukan lagi karyawan PT GNI, statusnya langsung bekerja dan tidak melalui training lagi”.Ungkap Ustad Safri (23 September 2021).

Saya katakan ini adalah pembohongan bagi para pekerja lokal itu sendiri, yang di mana PT GNI berdalih mengirim para pekerja ke Morosi untuk trening selama beberapa bulan di PT VDNI sebagai syarat agar bisa menjadi karyawan PT GNI. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Saya sangat berharap lewat PEMDA Kab. Morowali Utara dan DPRD Kab. Morowali Utara, agar kejadian seperti begini tidak terjadi lagi bagi Masyarakat lokal.**

Oleh: Zulfikar Ismail

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed