oleh

Hilangnya Aset, Warga Morut: “Biar Alat Memasak Dalam Rujab Dorang Loku”

Hilangnya Aset, Warga Morut: “Biar Alat Memasak Dalam Rujab Dorang Loku”

 

BERITAMORUT.COM- Masyarakat menyoroti hilangnya aset-aset isi rumah jabatan Bupati dan wakil Bupati Morowali Utara (Morut) sampai ke peralatan dapur pun raib

“Ini luar biasa sekali, dan kami yakin tidak susah mengusutnya karena ada yang pegang kunci rumah jabatan, ada yang jaga, biar alat memasak dorang Loku juga, mohon ditindak tegas,” ujar salah satu warga Kolonodale yang tidak berkenan di publikasikan namanya,

Penertiban Aset Pemda Morut yang di instruksikan Bupati mendapat dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JARI Indonesia, yang meminta penegak hukum yang ikut dalam tim pengamanan aset pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Morowali Utara (Morut) tidak tebang pilih,

“LSM JARI INDONESIA Apresiasi kebijakan Bupati Morut, terkait upaya identifikasi kendaraan dinas yang selama ini dikuasai oknum aparat daerah yang nakal, kami minta aparat penegak hukum yang terlibat dalam tim pengamanan aset Pemda Morut tidak boleh tebang pilih dan harus profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai amanat konstitusi,” ujar Andi Samsu Alam kepada media ini Kamis 06 Mei 2021,

Apresiasi yang disampaikan LSM JARI INDONESIA sebagai support kepada Bupati Morut DR. dr.Delis Julkarson Hehi, MARS yang menginstruksikan segera dilakukan penertiban aset Pemda Morut dan disampaikan dalam rapat bersama seluruh OPD di ruang Pola kantor Bupati Morut Kamis 06 Mei 2021.

Pada saat pertemuan antara Bupati dan wakil Bupati Morut dengan jajaran OPD, Sekda Morut Musda Guntur selaku ketua tim yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan akan memprioritaskan penanganan kendaraan dinas karena hal itu yang paling mendesak untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pemerintah daerah saat ini.

“Saat ini masih ada sekitar 10 unit kendaraan yang belum kembali. Kami sudah menerbitkan surat kepada mereka agar segera mengembalikan kendaraan dinas tersebut,” ujarnya.

Musda juga menyinggung soal aset-aset di rumah dinas bupati dan wakil bupati berupa kursi, tempat tidur, gorden, peralatan dapur dan lain-lain yang raib dan tidak diketahui keberadaannya.

“Nilainya (aset-aset di rujab bupati dan wabub itu) miliaran rupiah. Padahal baru ada pengadaan pada tahun 2020 lalu senilai Rp1 miliar lebih. Namun kondisi rumah dinas bupati dan wabub saat ini kosong melompong,” ujarnya.

Kondisi ini membuat keprihatinan warga Morut akan mentalitas oknum pejabat yang ada di daerah**(Foto illustrasi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed