oleh

Danrem 132/Tadulako Menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2021 di Mapolda Sulteng

Danrem 132/Tadulako Menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2021 di Mapolda Sulteng

Palu-Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, M. A. Menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2021 bertempat di lapangan Apel Mapolda Sulteng Jl. Soekarno Hatta. Rabu (05-05-2021).

Apel gelar pasukan ini dipimpin oleh Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola,M.Si., dengan diikuti oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Abdul Rakman Baso. SH, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, M. A, Kabinda Sulteng, Danlanal Palu, Para Penjabat TNI/Polri, Para Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Para Tamu Undangan Beserta Peserta Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2021

Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola,M.Si., saat membacakan amanat Kapolri menjelaskan, operasi ketupat yang digelar ini dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif saat Idul Fitri 1442 H.

“Sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2021, dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri. Baik aspek sarana maupun prasarana, serta keterlibatan unsur terkait lainnya,” ucap Gubernur.

Lebih lanjut, untuk di wilayah Sulawesi Tengah dimana saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, Gubernur menyampaikan dalam operasi Ketupat Tinomabala 2021 jumlah personel yang terlibat 155.005 personel gabungan yang terdiri dari atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pramuka, Jasa Raharja, dll. Personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dll.

Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan.

Dengan operasi yang dilakukan tersebut, diharapkan dapat mencegah adanya aktivitas mudik oleh masyarakat yang hendak masuk atau keluar dari Provinsi Sulawesi Tengah.

“Insya Allah dengan penegakkan hukum, pencegahan lalu lintas dan penyekatan jalan ini kita akan mengurangi dan tidak akan terjadinya peningkatan masalah Covid-19 ini,” sebut Gubernur

Pihaknya menegaskan bagi yang akan mencoba masuk ke Sulawei Tengah nantinya akan disuruh pulang kembali (putar balik). “Juga jalur tikusnya juga sama, tetap kita buat penyekatan,” pungkasnya. (Penrem_132)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed