Cerita Staf, Tentang Kasarnya Kadis Nakertrans Morut Bicara Pada Bawahan

BERITA MORUT1,136 views

Cerita Staf, Tentang Kasarnya Kadis Nakertrans Morut Bicara Pada Bawahan

 

Kolonodale- Cerita Staf di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) kabupaten Morowali Utara (Morut) Jamaluddin Sudin tentang kasarnya kepala Dinas saat bicara,

Saya sejak dari Morowali sampai tugas di Morut dinkertrans, keluar SK diperbantukan di Bawaslu sejak 2017, sudah dikasih rekomnya bupati Asrar waktu itu kadis tidak akui, kadis kasih keluar disposisi. Disposisinya saya bawa ke sekda. Awal februari kemarin baru Kadis anulir saya. Saya sekarang ASN di bagian umum Sekertariat daerah,
Kadis itu masuk kantor jam 10 pagi, datang cuma marah-marah sana sini baru pulang jam 12 siang, sore sudah tidak masuk, manusia paling kasar itu kadis kalau bicara sama stafnya,” ujar Oldhy Mauruh saat kami wawancarai (22/4)

Oldhy adalah Aparatur Sipil Negara yang SK kan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tetapi di perbantukan di Bawaslu Morut,

Kamipun menanyakan hal tersebut kepada Kadis Nakertrans Morut yang mengatakan tidak kenal pegawai tersebut,

“Saya tidak kenal ybs karena tidak pernah melapor selama dia kerja di Nakertrans, masa sebagai staf tidak pernah melapor,” tulis Kadis saat sempat menjawab pertanyaan via whatshap.

Salah satu staf di Nakertrans yang enggan disebutkan namanya membenarkan jika dalam kantor kadis Nakertrans sering marah-marah,

“Kalau pak kadis memang hampir tiap datang marah-marah saja, tapi saya takut bicara lebih pak mungkin tanya yang lain, jangan dibilang saya yang kasih tau,” ungkap staf ini (23/4).

Kadis Nakertrans sepanjang wawancara tentang tenaga kerja yang kesulitan di Morut saat melamar, tidak menunjukan sikap simpati, hal ini terungkap saat kami sampaikan ada sekitar 150 an lamaran yang tidak jelas kepastiannya.

“Oh sedikit itu, sedikit..kalau cuma 150 an kecil itu, banyak disana, dan itu saya sudah klarifikasi karena Bupati tanya saya,” ucap Kadis dalam rekaman telpon (22/4),

Wawancara telpon kami pun berlanjut ke pesan whatshap setelah waktu berbuka puasa tiba. Dalam percakapan WA inilah Kami menanyakan soal kendaraan dinas dan beberapa hal lain untuk pemberitaan, hingga kadis Nakertrans memblokir nomor HP**

Komentar