Perjuangan Tim DIA Tembus Menyoe Kendaraan Harus “Berenang” di Sungai

BERITA MORUT674 views

Perjuangan Tim DIA Tembus Menyoe
Kendaraan Harus “Berenang” di Sungai

Mamosalato- INILAH perjalanan paling berat dan melelahkan yang dialami rombongan tim kampanye pasangan DIA (Delis-Djira). Dengan sudah payah dan kesabaran, akhirnya rombongan bisa tiba di Desa Menyoe, Kecamatan Mamosalato, dengan selamat.
Rombongan berangkat dari Parangisi, Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 12 siang seusai berkampanye di desa itu. Jarak antara Parangisi – Uepakatu – Menyoe sebenarnya cuma sekitar 25 km. Namun rombongan baru tembus di Menyoe pukul 17.00 atau ditempuh sekitar lima jam.

Menyoe merupakan desa paling terpencil di pedalaman Wana. Jalannya sangat parah, berlumpur, penuh tanjakan, dan jurang menganga di kiri-kanan jalan.

Desa ini memang tinggal di pegunungan, berbatasan dengan Kabupaten Tojo Una-una.
Rombongan berangkat dari Parangisi menaiki empat mobil dan beberapa sepeda motor trail. Dokter Delis menyetir sendiri mobil Triton double gardan.

Dalam perjalanan, beberapa kali tim kampanye berhenti di tengah jalan. Kondisi jalan sangat parah. Beberapa kali mobil tertanam sehingga harus ditarik. Beruntung ada mobil hardtop yang memang dipersiapkan sebagai bala bantuan.
Beberapa kali anggota tim baik yang naik mobil maupun motor sempat tersesat. Banyak jalan yang sudah ditumbuhi rumput atau tergerus banjir.

Selain itu, tidak satupun sungai yang memiliki jembatan sehingga kendaraan harus “berenang” di sungai. Tercatat ada 14 sungai yang harus dilalui.

Rombongan sempat istrahat di Dusun Ngoyo untuk melepas rasa haus. Seorang anak Wana dengan cekatan memanjat pohon kelapa.
“Kita minum air kelapa muda dulu. Sudah mau habis napasku ini,” kata Ketua Harian Tim Koalisi, Waris Kandori.

Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan. Di ujung Desa Menyoe, ratusan warga sudah menunggu. Rombongan disambut dengan tarian dan lantunan lagu-lagu yang menambah semangat semua anggota tim. Setelah itu pasangan Delis-Djira dan rombongan diarak keliling desa.

Setelah beristirahat sekitar 15 menit, rombongan langsung menyiapkan lokasi pertemuan malam itu.
Meski semua anggota tim sangat kelelahan, namun tidak mengurangi semangat untuk bertemu dan bertatap muka dengan warga yang hidup terisolasi tersebut.

“Terima kasih banyak atas sambutan yang luar biasa ini. Sangat luar biasa. Alangkah berdosanya kita, jika tidak berempati dan memperhatikan nasib orang-orang tua dan saudara-saudara kita di pedalaman Tanah Wana ini,” kata Dokter Delis saat memberikan sambutan malam itu.

Pertemuan tatap muka malam itu diakhiri dengan persembahan lagu spesial berjudul “Hanya DIA” yang dinyanyikan tiga putri Menyoe.#ale

Komentar