oleh

KOREM 132/TADULAKO GELAR PENYULUHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN).

KOREM 132/TADULAKO GELAR PENYULUHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN).

PALU- Untuk mengantisipasi penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Prajurit Jajaran Korem 132/Tdl, Korem 132/Tdl bersama BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Palu melaksanakan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), bertempat di Aula Makorem 132/Tdl Manggala Sakti. Selasa, (21/07/2020).

Turut Hadir dalam kegiatan gelar Penyuluhan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) Komandan Korem 132/Tdl Brigjen TNI Farid Makruf, M. A, Bapak Ardi (Kapala Penyuluhan BNN Prov Sulteng) Para Kasi Dan Pasi Korem 132/Tdl, Bintara, Tamtama dan PNS Korem 132/Tdl.

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Korem 132/Tdl Brigjen TNI Farid Makruf M, A mengatakan, sesuai arahan pimpinan TNI bahwa bagi anggota TNI yang terlibat narkoba, baik sebagai pengedar, pengguna dan juga pemilik narkoba, konsekwensinya adalah dipecat dari kedinasan. “Ucapnya

“Saya minta kepada Tim Intelijen, untuk terus memantau dan melakukan upaya deteksi serta mencegah dini terhadap peredaran narkoba terutama di lingkungan militer. Dan apabila ditemukan indikasi, anggota yang terlibat narkoba segera tangkap dan proses dari pada menghancurkan prajurit yang lainnya. Kita harus berkomitmen dalam memerangi peredaran narkoba. Karena narkoba merupakan ancaman kejahatan yang sangat mudah menghancurkan bangsa. “Narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam dunia dan bisa dipakai sebagai salah satu senjata untuk melemahkan kekuatan bangsa, untuk itu harus ditangani secara komprehensif”. Terang Brigjen Farid.

Dalam kesempatan yang sama Bapak Ardi (Kepala Penyuluhan BNN Prov Sulteng menyampaikan permasalahan yang dilakukan dalam peredaran gelap narkoba saat ini sudah semakin rumit, seiring dengan terungkapnya penderita HIV/AIDS yang lebih banyak dari kelompok pengguna narkoba suntik. “Narkoba merupakan masalah yang krusial di Indonesia, karena sebagian besar pengguna narkoba adalah pemuda, tidak terkecuali kalangan pelajar, sehingga membutuhkan penanganan cepat dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya”.

Usai penyuluhan P4GN, dilanjutkan Tes Urine terhadap Prajurit Korem 132/Tdl secara acak dan terpilih.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan oleh Tim Kesehatan yang dipimpin Kasi Intel Kolonel Arh Rahmat Santoso dan didampingi oleh Anggota Provost menyatakan semua hasil pemeriksaan Tes Urine Negatif. Dengan demikian Korem 132/Tdl terbebas dari bahaya dan kasus penggunaan Narkoba.

 

 

REDAKSI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed