oleh

Palu; Dangdutan Karaoke Berujung Penikaman

Palu; Dangdutan Karaoke Berujung Penikaman

BERITA MORUT, PALU- Karaoke berujung penikaman terjadi di jalan tanggul selatan Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan 02 Juli 2020.

I Made Santika yang biasa disapa Made menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Budi Agung Palu setelah sempat menjalani 2 kali operasi, mulai dirawat di RS Samaritan sampai dirujuk ke RS Budi Agung, akhirnya sabtu 4 juli sekitar pukul 04.50 Wita pagi Made meninggal dunia.

Keluarga Korban Penikaman Made Santika

Keluarga korban dalam hal ini kakak kandung, Gede Widana dan Ni Ketut Gatrini yang ditemui dirumah duka berharap pelaku segera ditangkap, keluarga menduga motif kecemburuan, menjadi penyebab insiden maut ini.

“Dapat informasi dari yang ikut ba karaoke, ada cowok yang ba tikam, ada perempuan yang dia suka, perempuan itu dekat-dekat saya punya ade, jadi kesimpulannya kita menduga mungkin dia cemburu”,ujar Ni Ketut Gatrini.

Salah seorang teman korban yang tidak mau disebutkan namanya dan berada dilokasi kejadian, tepatnya dirumah korban mengatakan ada lebih dari 10 orang yang datang di acara karaoke itu.

Rumah korban tempat kejadian di tanggul selatan Petobo

“Saya tidak lihat persis, yang saya tau tiba-tiba Pak Made tersandar di dinding dan perut sebelah kanan berdarah, orang langsung lari semua”,ujarnya.

Saksi ini juga menambahkan korban sempat berteriak “kamu mau bunuh, kamu mau keroyok saya”,ujar saksi.

Korban (kode panah) saat live di facebooknya Santika Made sesaat sebelum kejadian

Dalam postingan terakhir media sosial facebook bernama Santika Made, yang diperlihatkan keluarga korban, siang itu korban yang seorang duda dan tinggal sendirian sedang menggelar karaoke hingga menjelang magrib dengan rekan rekannya. Dalam siaran langsung fb korban, terlihat ada sejumlah perempuan dan lelaki yang merupakan rekan korban ikut berjoget ria diiringi musik dangdutan.

Hingga berita ini dirillis Kapolsek Palu Selatan AKP Nazarudin, SH yang coba kami hubungi lewat telpon belum menjawab, dan pesan whatshap terkirim tetapi belum dibalas.

Gede Widana Kakak Korban mengatakan, informasi yang mereka dapatkan pelaku dalam pengejaran atau DPO.

 

HEND

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed