oleh

MOWUE Dilakukan Warga Tingkea’o Budidaya Padi Masyarakat WITAMORI

MOWUE Budidaya Padi Masyarakat WITAMORI

BERITAMORUT- Satu rangkaian dari proses budidaya tanaman padi kini dilakukan yakni MOWUE. Rangkaian budidaya padi oleh masyarakat WITA MORI mulai dari mo’imo (pembersihan lahan), mosongko (bakar lahan), montawui (kumpul bakar untuk lahan kering), mosowi (panen), mowue (makan beras baru hasil panen) dan padungku (pesta ucapan syukur atas hasil panen).

MOWUE biasanya di lakukan oleh masing-masing keluarga yang telah selesai panen dan menikmati beras baru hasil panen sedangkan padungku di laksanakan secara masal oleh satu kampung bahkan beberapa kampung sambil membawa hasil hasil panen ke rumah ibadah.

Tradisi padungku dilaksanakan 1 kali dalam setahun bahkan yang tidak menanam padi pun turut serta dalam pesta padungku ini dengan menyiapkan berbagai makanan dan minuman khas WITA MORI.

Kali ini salah satu keluarga di lokasi persawahan kalengko desa Tingkeao, lembo, Morowali Utara melaksanakan tradisi mowue. Ciri khas mowue ini adalah nasi yg di bungkus dengan daun lewe nikahi (daun khas pembungkus nasi WITA MORI) yg di dalamnya berisi telur ayam rebus. Selain itu berbagai hidangan khas WITA MORI juga di sediakan mulai dari masakan ayam kampung, binalo (daging yg di masak di bambu di campur daun ubi), sayur nangka serta berbagai jenis sayuran lainnya.

Undangan untuk mowue ini juga di batasi hanya khusus lingkungan keluarga dekat sj serta pimpinan umat. MOWUE ini merupakan tradisi turun temurun dari suku MORI, salah satu suku di Sulawesi tengah yg hingga kini masih di lakukan sebagai ungkapan syukur atas selesainya panen padi dengan mengundang sanak keluarga untuk makan beras baru bersama.

 

Penulis: Alwun Lasiwua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed